Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 05.17 WIB

Analisis dan Cara Menghitung Nilai Pasar Pemain Sepak Bola ala Transfermarkt, Kenali Dua Pendekatan Kunci Ini

Alexander Isak jadi pembelian termahal Liverpool. (Instagram.com/@LiverpoolFC)  - Image

Alexander Isak jadi pembelian termahal Liverpool. (Instagram.com/@LiverpoolFC) 

JawaPos.com - Nilai pasar seorang pemain sepak bola kerap menjadi sorotan, terutama ketika pemain itu tercatat di situs Transfermarkt. Situs asal Jerman ini sudah lama menjadi barometer oleh media, klub, hingga suporter.

Lalu bagaimana sebenarnya harga pasar pemain dihitung? Apakah murni data statistik, atau sekedar opini?

Transfermarkt telah menegaskan bahwa nilai pasar yang ada pada situsnya bukanlah biaya transfer.

Nilai pasar di Transfermarkt menegaskan bahwa nilai pasar merefleksikan nilai yang diharapkan di pasar bebas, bukan untuk memprediksi berapa harga seorang pemain dijual.

Jadi ketika seorang pemain memiliki kontrak yang hampir habis, harga transfernya bisa sampai nol, tapi nilai pasar tetap dihitung berdasarkan parameter tertentu.

Uniknya, transfermarkt tidak menggunakan algoritma. Angka pasar lahir dari diskusi komunitas, anggota aktif yang menilai performa, prospek, dan kondisi pemain. Hasil diskusi kemudian dipertimbangkan tim editor untuk memastikan nilai yang ditampilkan di situs tetap masuk akal.

Dalam istilah mereka, ini adalah bentuk wisdom of the crowd.

Meski berbasis komunitas, ada banyak faktor yang diperhitungkan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Prospek masa depan dan usia pemain, karena talenta muda dengan potensi besar biasanya punya nilai tinggi.
  • Performa di klub dan timnas, mulai dari menit bermain, gol, assist, hingga kontribusi di laga penting.
  • Status liga, baik secara olahraga maupun finansial. Pemain di liga top Eropa otomatis punya valuasi lebih tinggi ketimbang liga kecil.
  • Reputasi dan prestise, baik dari nama pemain maupun klubnya.
  • Nilai pemasaran, yakni seberapa besar daya tarik komersial dan popularitas pemain.
  • Jumlah klub yang berminat, reputasi klub peminat, serta tren umum pasar.
  • Kerentanan cedera, tingkat pengalaman, hingga faktor eksternal seperti pandemi Covid-19 yang sempat memengaruhi harga.

Selain faktor individu, ada juga modalitas transfer yang memengaruhi. Misalnya, klausul keluar, opsi pembelian kembali, biaya pinjaman, pertukaran pemain, hingga lamanya kontrak yang tersisa.

Faktor situasional pun ikut dihitung, seperti tekanan finansial klub, pemain yang ngotot ingin pindah, atau klub yang menolak menjual ke penawar tertinggi.

Setiap liga dalam basis data mereka diperbarui dua kali semusim, biasanya setelah kompetisi berakhir dan di pertengahan musim.

Namun, ada juga pembaruan sementara, terutama untuk pemain muda yang tiba-tiba menonjol atau pemain baru di liga tertentu. Hal ini membuat valuasi lebih dinamis, menyesuaikan perkembangan performa.

“Harga Pasaran Transfermarkt dihitung dengan mempertimbangkan berbagai model penetapan harga. Faktor utamanya adalah komunitas Transfermarkt, yang dimana anggotanya mendiskusikan dan mengevaluasi harga pasaran pemain secara mendetail. Transfermarkt tidak menggunakan algoritma melainkan mengandalkan kearifan dan diskusi komunitas,” tulis laman transfermarkt.

Dengan pendekatan ini, nilai pasar bukan angka mati. Ia adalah gabungan antara data, opini komunitas, dan kondisi pasar.

Klub mungkin membeli atau menjual dengan harga diatas atau bisa juga di bawah harga pasar, tapi bagi publik, angka di Transfermarkt sudah menjadi patokan untuk menilai seberapa berharga seorang pemain di mata dunia sepak bola.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore