
Lucas Paqueta mendapat tuduhan terlibat pengaturan skor. (Instagram/@lucaspaqueta)
JawaPos.com-Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mendapat sorotan tajam. Komisi independen menemukan kelemahan dalam penanganan kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan gelandang West Ham Lucas Paqueta.
Dalam laporan setebal 314 halaman, komisi menyebut bahwa bukti dari FA memiliki kekurangan yang jelas. Laporan ini menjadi putusan terkait olahraga terpanjang di dunia, mencerminkan betapa seriusnya kasus ini.
Nick De Marco KC, pengacara Paqueta, mengatakan bahwa ini adalah kasus terbesar dalam sejarah FA.
"Dianggap sebagai putusan terkait olahraga terpanjang yang pernah dikeluarkan di dunia, sebuah cerminan betapa seriusnya kasus ini, dan banyaknya bukti yang digunakan dalam kasus terbesar dalam sejarah FA," tulis Nick melalui platform X yang dikutip melalui laman The Guardian, Kamis (4/9).
Dilansir melalui laman The Guardian, FA mendakwa Paqueta dengan empat tuduhan pengaturan skor setelah penyelidikan 10 bulan. FA berargumen bahwa ada hubungan antara Paqueta dan 27 orang dari 253 individu yang memasang taruhan mencurigakan, yang totalnya mencapai 47.000 pounds dan menghasilkan keuntungan 167.000 pounds.
Namun, komisi menyimpulkan tidak ada bukti korupsi. Pola taruhan yang tidak biasa itu lebih mungkin disebabkan oleh penyebaran tip atau informasi orang dalam yang acak di Brasil.
Panel tersebut menerima kesaksian Paqueta bahwa keluarganya sering berbicara tentang taruhan. Mereka juga merasa tidak masuk akal jika orang yang terlibat dalam pengaturan skor bisa begitu ceroboh dengan informasi penting. Selain itu, FA gagal menemukan bukti taruhan di dua ponsel Paqueta yang mereka sita.
Laporan ini secara khusus mengecam penyidik integritas taruhan FA Tom Astley yang juga menjadi saksi utama. Komisi menilai mengejutkan bahwa FA gagal menyajikan penilaian independen terhadap data taruhan. Bahkan, FA terlihat bertentangan dengan pernyataan saksi utamanya sendiri.
Jonathan Laidlaw KC, jaksa utama FA, tidak setuju dengan deskripsi Astley bahwa pola taruhan itu sangat terkoordinasi. Hal ini membuat komisi menyimpulkan, FA tidak sepenuhnya yakin apa kasus yang mereka ajukan terhadap pemain.
Dilansir melalui laman The Guardian, meski dibebaskan dari tuduhan utama, Paqueta masih menghadapi sidang sanksi terpisah karena dinyatakan bersalah atas dua tuduhan yang lebih ringan, yaitu gagal bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan FA. Laporan komisi mengungkapkan bahwa Paqueta kemudian menawarkan diri untuk menjawab pertanyaan, tetapi FA menolaknya.
FA menyatakan tidak berencana untuk mengajukan banding. Mereka menegaskan komitmen untuk menjaga integritas sepak bola dengan melakukan penyelidikan menyeluruh.
Namun, Alastair Campbell, kepala tim hukum Paqueta, menegaskan bahwa bukti menunjukkan integritas kliennya sebagai pemain dan pribadi tidak diragukan lagi.
"Bukti tidak hanya menunjukkan bahwa ia tidak memiliki minat sama sekali dalam perjudian, tetapi juga mengkonfirmasi bahwa integritasnya sebagai pemain dan sebagai pribadi tidak diragukan lagi. Kami masih mengajukan argumen terkait tuduhan tidak kooperatif. Tetapi dalam kasus di mana seluruh kariernya berisiko, Lucas tidak diragukan lagi adalah pihak yang berhasil," ujar Alastair Campbell.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
