Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 00.13 WIB

Drama Transfer Chelsea: Ngotot Datangkan Garnacho dan Simons, Namun Harus Lepas Pemain Terlebih Dahulu!

Pelatih Chelseq Enzo Maresca harus menentukan prioritas rekrutan terakhir sebelum bursa transfer musim panas ditutup. (Dok. Chelsea FC)

JawaPos.com-Bursa transfer musim panas 2025 memasuki pekan terakhir dan Chelsea FC masih jadi sorotan utama.

Klub asal London Barat itu sedang mempertimbangkan langkah besar dengan membidik dua nama muda sensasional: Alejandro Garnacho dari Manchester United dan Xavi Simons milik RB Leipzig. Namun, rencana tersebut tidak akan berjalan mulus tanpa adanya kepastian pelepasan sejumlah pemain lebih dulu.

Kemenangan telak Chelsea atas West Ham United dengan skor 5-1 pekan lalu memang sedikit meredakan tekanan di awal musim. Lima pemain berbeda berhasil mencetak gol. Itu menjadi sinyal positif bagi tim asuhan Enzo Maresca tersebut. Kendati demikian, manajemen The Blues tetap aktif di bursa transfer. Menurut laporan dari Sport Mole, Chelsea masih menaruh fokus untuk menambah tenaga baru di lini depan sebelum jendela transfer ditutup pada 1 September mendatang.

Bersumber dari Sky Sports News yang dikutip dari Sport Mole, langkah merekrut Garnacho dan Simons hanya bisa dilakukan apabila Chelsea berhasil melepas Nicolas Jackson, Christopher Nkunku, serta Tyrique George. Bahkan, laporan itu menyebutkan bahwa jika hanya satu dari ketiga pemain tersebut yang hengkang, masih ada peluang salah satu dari Garnacho atau Simons bisa mendarat di Stamford Bridge.

"Chelsea hanya akan melanjutkan kesepakatan untuk Alejandro Garnacho dan Xavi Simons jika mereka bisa melepas Nicolas Jackson, Christopher Nkunku, dan Tyrique George, menurut laporan terbaru,” tulis media tersebut.

Nama Garnacho dan Simons bukan tanpa alasan masuk dalam daftar belanja Chelsea. Kedua pemain itu punya kualitas mumpuni untuk menambah variasi serangan The Blues. Garnacho, misalnya, dikenal sebagai winger cepat dengan kemampuan menusuk langsung ke jantung pertahanan lawan. Gaya bermainnya yang eksplosif dinilai cocok dengan taktik Maresca, terutama untuk memaksimalkan ruang yang diciptakan Joao Pedro ketika turun lebih dalam untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Xavi Simons menawarkan fleksibilitas berbeda. Meski lebih sering dimainkan di sisi kiri, ia juga bisa beroperasi sebagai gelandang serang nomor 10. Kelebihan itu membuatnya berpotensi memberi warna lain di lini tengah Chelsea, sekaligus menjadi pesaing serius bagi Cole Palmer. Hanya saja, masih ada keraguan apakah Simons benar-benar bisa mendapat tempat reguler mengingat persaingan ketat di sektor tersebut.

Keputusan soal siapa yang harus diprioritaskan antara Garnacho dan Simons kini jadi perdebatan. Dari sisi kebutuhan tim, Garnacho bisa langsung menawarkan ancaman nyata ke gawang lawan, sementara Simons lebih pada peningkatan kreativitas dan distribusi serangan. Bagi Maresca, keduanya sama-sama menarik, tapi situasi skuad saat ini membuat transfer tak semudah sekadar menekan tombol setuju.

Meski fokus tertuju pada sektor serangan, ada suara lain yang menilai Chelsea sebaiknya memprioritaskan lini belakang. Cederanya Levi Colwill akibat ACL belum benar-benar teratasi karena belum ada pengganti yang sepadan. Dua bek yang diturunkan saat melawan West Ham, yakni Trevoh Chalobah dan Tosin Adarabioyo, dinilai cukup tangguh dalam duel fisik tetapi masih kurang cakap dalam mengalirkan bola dari belakang.

Selain itu, posisi kiper juga ikut jadi sorotan. Robert Sanchez kerap menuai kritik akibat inkonsistensinya di bawah mistar. Walau begitu, peluang Chelsea mencari kiper baru di detik-detik akhir bursa transfer cukup kecil, mengingat waktu yang sangat mepet.

Kondisi ini membuat Chelsea harus benar-benar cermat dalam menentukan prioritas. Apakah mereka akan habis-habisan demi mendapatkan nama besar seperti Garnacho dan Simons, atau justru memperkuat sektor yang lebih krusial seperti bek tengah? Di saat yang sama, Maresca juga tentu harus menjaga harmoni ruang ganti. Terlalu banyak penyerang bisa menimbulkan masalah baru terkait menit bermain.

Sementara itu, publik Stamford Bridge jelas berharap manajemen bergerak cepat. Kedatangan pemain muda dengan kualitas top dianggap bisa membawa angin segar sekaligus menaikkan semangat tim. Garnacho, dengan label bintang muda Manchester United, tentu akan jadi gebrakan besar jika benar-benar hijrah ke London. Begitu pula Simons yang saat ini jadi salah satu talenta paling bersinar di Bundesliga bersama Leipzig.

Namun, melansir dari Sport Mole, kesepakatan ini juga tak bisa dilepaskan dari kalkulasi finansial. Untuk memboyong Garnacho, Chelsea setidaknya harus menyiapkan dana sekitar 50 juta Poundsterling, atau setara Rp 1 triliun. Sedangkan Simons diperkirakan bisa dilepas Leipzig di angka 45 juta Poundsterling, atau setara Rp 900 miliar. Jumlah itu jelas bukan masalah besar bagi klub kaya seperti Chelsea, tetapi aturan Financial Fair Play (FFP) tetap jadi batasan. Karena itulah, melepas beberapa pemain menjadi syarat mutlak.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore