Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 15.42 WIB

10 Gelandang Terbaik Sepanjang Masa, Ada Nama Andres Iniesta dan Luka Modrid, Zinedine Zidane Posisi Berapa?

Zinedine Zidane (Dok. FFF)

JawaPos.com - Gelandang kerap menjadi sosok yang tak selalu mendapat sorotan sebesar penyerang. Padahal, di balik gemerlap gol dan selebrasi, ada peran vital para pengatur ritme permainan yang kerap menentukan hasil akhir. Tanpa para playmaker legendaris dan pengumpan ulung, banyak penyerang top dunia mungkin tak akan menikmati karier seproduktif yang mereka jalani.

Melihat pentingnya peran itu, media olahraga internasional Sports Mole merilis daftar 10 gelandang terbaik sepanjang masa. Nama-nama yang masuk bukan hanya dikenal karena trofi, tetapi juga karena kontribusi besar mereka dalam membentuk sejarah sepak bola dunia.

Dari Bobby Charlton hingga Toni Kroos
Posisi ke-10 ditempati Sir Bobby Charlton, ikon sepak bola Inggris yang menjadi bagian penting dalam kesuksesan The Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Menurut laporan Sports Mole, Charlton juga meraih Ballon d’Or pada tahun yang sama dan sukses memenangkan European Cup bersama Manchester United. “Ia salah satu dari sembilan pemain yang mampu mengoleksi Piala Dunia, European Cup, dan Ballon d’Or,” tulis media tersebut. Charlton juga selamat dari tragedi Munich 1958, menjadikannya simbol kekuatan dan keteguhan hati.

Di urutan kesembilan ada Toni Kroos, maestro lini tengah asal Jerman. Kroos meraih dua gelar Bundesliga dan satu Liga Champions bersama Bayern Munich sebelum hijrah ke Real Madrid. Di sana, ia menambah koleksi lima trofi Liga Champions dan empat gelar La Liga. Momen puncaknya terjadi di Piala Dunia 2014 ketika ia bermain penuh selama 120 menit dalam kemenangan 1-0 Jerman atas Argentina di final.

Lothar Matthaus hingga Michel Platini
Lothar Matthaus duduk di posisi kedelapan. Kapten Jerman Barat saat menjuarai Piala Dunia 1990 ini dikenal serba bisa, memiliki visi permainan, stamina, dan naluri gol yang tajam. Dia juga sukses meraih enam gelar Bundesliga bersama Bayern Munich serta Scudetto dan Piala UEFA bersama Inter Milan.

Sementara itu, Michel Platini menempati urutan ketujuh. Legenda Prancis ini mendominasi dunia pada pertengahan 1980-an dengan tiga Ballon d’Or beruntun (1983-1985). Di Euro 1984, ia menjadi top skor dengan sembilan gol dari lima laga sekaligus membawa Prancis menjadi juara. Di level klub, Platini dua kali menjuarai Serie A bersama Juventus dan mengangkat trofi European Cup pada 1985.

Zico hingga Xavi
Posisi keenam diisi Zico, bintang Brasil yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik dunia sebelum era Maradona. Sayangnya, Zico tak pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Namun, ia tiga kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Amerika Selatan dan sukses besar bersama Flamengo.

Di peringkat kelima ada Xavi Hernandez, otak permainan Barcelona dan Timnas Spanyol di era keemasan mereka. Xavi memenangkan delapan gelar La Liga, empat Liga Champions, serta menjadi bagian dari tim Spanyol yang meraih Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Menurut Sports Mole, Xavi dianggap sebagai salah satu pengumpan terbaik sepanjang masa dan kerap menjadi otak dari strategi tiki-taka yang mendunia.

Andrea Pirlo hingga Luka Modric
Andrea Pirlo duduk di posisi keempat. Playmaker Italia ini meraih enam gelar Serie A, dua Liga Champions, serta menjadi sosok kunci di Piala Dunia 2006. Di semifinal melawan Jerman, umpannya kepada Fabio Grosso di babak perpanjangan waktu menjadi salah satu momen ikonik sepak bola Italia.

Luka Modric, gelandang mungil dengan visi luar biasa, berada di peringkat ketiga. Bergabung dengan Real Madrid pada 2012, Modric meraih enam trofi Liga Champions dan empat gelar La Liga. Prestasi puncaknya adalah membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 dan meraih Ballon d’Or, sebuah pencapaian langka di era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Hingga mendekati usia 40 tahun, Modric masih menjadi pemain kunci di level tertinggi.

Andres Iniesta dan Zinedine Zidane di Puncak
Andres Iniesta menempati posisi kedua sebagai gelandang terbaik tanpa Ballon d’Or. Gol kemenangannya di final Piala Dunia 2010 melawan Belanda akan selalu dikenang publik Spanyol. Selain itu, ia juga memenangkan Euro 2008 dan Euro 2012, serta sembilan gelar La Liga dan empat Liga Champions bersama Barcelona.

Di puncak daftar, Zinedine Zidane dinobatkan sebagai gelandang terbaik sepanjang masa. Sang maestro asal Prancis ini memenangkan Piala Dunia 1998 dengan dua gol di final melawan Brasil, serta mengangkat trofi Euro 2000. Di level klub, Zidane sukses bersama Juventus dan Real Madrid, termasuk mencetak gol ikonik di final Liga Champions 2002. Sports Mole menyebutnya sebagai “pemain yang lengkap, elegan, dan selalu hadir di momen-momen besar”.

Menyatukan Generasi Emas
Daftar ini memperlihatkan bagaimana setiap era memiliki maestro lini tengahnya masing-masing. Dari generasi Charlton hingga Modric, semuanya memiliki peran vital dalam membentuk identitas permainan timnya. Tidak hanya soal trofi, tetapi juga bagaimana mereka menginspirasi pemain-pemain muda di seluruh dunia.

Meski perdebatan soal siapa gelandang terbaik akan terus berlangsung, sepuluh nama ini telah mengukir kisah yang sulit tergantikan. Mereka bukan hanya pengatur permainan, tetapi juga arsitek kemenangan yang membuat sepak bola tetap mempesona.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore