Mantan duo mengerikan Real Madrid di jantung pertahanan, Pepe dan Sergio Ramos. (Paul White/Associated Press)
JawaPos.com – Setiap tim yang ingin meraih prestasi, pastinya membutuhkan satu pemain yang kuat dalam bertahan. Apalagi, memiliki jiwa keberanian dalam bermain kasar serta melakukan sleding keras terhadap penyerang lawan.
Penyerang-penyerang lincah telah muncul ke permukaan sejak 2000-an, menjadikan klub membutuhkan satu pemain pemotong rumput untuk menghentikan pemegang bola menawan seperti Lionel Messi, Ronaldinho, Neymar, Thierry Henry, dan Cristiano Ronaldo.
Jika tim besar ingin berjaya dan meraih prestasi mengalahkan klub pemilik penyerang terbaik nan lincah, patutnya membutuhkan pemain kasar yang berani mengambil risiko dalam duel keras dan berani mendapat kartu.
Kebanyakan penikmat sepak bola pasti membicarakan betapa cerdiknya Xabi Alonso sebagai gelandang bertahan yang terbawa hingga kini. Ia berkarier sebagai pelatih saat ini, dan dirinya berhasil membawa Bayer Leverkusen mengukir sejarah juara Bundesliga tak terkalahkan.
Kini, juru taktik berusia 43 tahun ini melanjutkan perjalanan manajerial mengolah strateginya dalam klub terbesar di Eropa, Real Madrid. Belum ada jawaban apakah pelatih Spanyol ini mampu berjaya di klub ibu kota yang pernah ia bela sebagai mantan pemain.
Terlepas dari kecerdikannya di lapangan serta awal karier sukses di dunia kepelatihan, Alonso adalah salah satu gelandang bertahan paling kasar di Eropa saat masih bermain. Mendapat 201 kartu sejak 2000, dengan rincian enam kali kartu merah dengan 195 kartu kuning.
Sepak bola gaya kasar sudah melekat pada nama Scott Brown, terutama saat dirinya bermain dengan tangguh di atas lapangan sebagai gelandang sepanjang karier gemilangnya di Liga Primer Skotlandia selama 20 tahun.
Tak pernah takut berduel dengan sleding kerasnya, Brown sangat lekat dengan hukuman larangan bertanding setelah menerima akumulasi kartu maupun langsung diusir dari lapangan karena kartu merah.
Menghabiskan masa prima karier sepak bola untuk Celtic, Scott Brown menjadi mesin pembunuh di lapangan tengah saat menjalani peseteruan terkenal di olahraga ini, yakni Derbi Old Firm yang mempertemukan Celtic vs Rangers.
Ia tak pernah kendor sedikit pun menghadapi intensitas permainan keras hingga pria yang kini menjadi pelatih kepala Ayr United ini mencatatkan sembilan kartu merah dan 203 kartu kuning.
Beralih kembali ke Liga Inggris. Gelandang bertahan lainnya milik Liverpool masuk dalam jajaran ini, yaitu Javier Mascherano. Menghabiskan puncak kariernya berseragam The Reds, mantan pemain Timnas Argentina ini dikenal sebagai pemain pemberani dalam duel-duel keras.
Satu dekade lalu, Mascherano sempat memutuskan hengkang ke Barcelona, posisinya pun disulap menjadi bek tengah membuatnya semakin berani mengeluarkan pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi mendapat kartu.
Total 213 kali kartu keluar dari kantong wasit untuknya, 12 kartu merah dan sisanya kuning. Momen ikoniknya saat pertama kali mendarat di Inggris berseragam West Ham dengan menggigit Jermain Defoe, striker Tottenham, pada liga musim 2006 silam.
Raul Garcia mungkin menjadi satu-satunya pemain yang jarang diketahui dalam daftar ini. Menikmati seluruh perjalanan karier di berbagai klub kuda hitam La Liga, pemain kelahiran Pamplona ini sebenarnya adalah gelandang bertipe playmaker yang jauh dari duel-duel keras.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
