Benjamin Sesko (Dok. MUFC)
JawaPos.com – Pra-musim adalah waktu yang dimanfaatkan tim untuk memantapkan taktik, menyatukan chemistry pemain, dan memastikan seluruh skuad berada pada kondisi prima sebelum kompetisi dimulai. Namun, untuk Manchester United, akhir pekan ini menjadi potret kontras: di satu sisi ada kabar buruk dari lini belakang, di sisi lain ada kabar baik yang membawa optimisme di lini depan.
Sabtu (9/8) malam, Old Trafford dipenuhi sorak-sorai suporter yang menyambut laga pemanasan kontra Fiorentina. Pertandingan yang berakhir 1-1 di waktu normal itu ditutup dengan kemenangan adu penalti. Trofi pramusim pun diangkat dengan penuh semangat. Tapi, di balik keriuhan itu, ada raut khawatir yang tak bisa disembunyikan Ruben Amorim, pelatih anyar Setan Merah.
Ayden Heaven, bek muda berusia 18 tahun yang musim lalu mulai menembus skuad utama, terpaksa meninggalkan lapangan 20 menit sebelum laga usai. Heaven tampak memegangi bagian kakinya, berjalan tertatih, sebelum digantikan oleh Harry Maguire. Meski masih bisa ikut berfoto saat seremoni, sinyal dari tim medis belum memberi kepastian soal kondisinya.
Cedera Heaven datang di waktu yang sangat tidak ideal. Lisandro Martinez masih harus menepi hingga Oktober karena masalah lutut. Praktis, stok bek kiri dalam formasi tiga bek Amorim menipis. Heaven sejatinya menjadi pilihan utama di sisi kiri, berpasangan dengan Leny Yoro di kanan, dan satu bek tengah di posisi tengah.
Kini, Amorim harus memikirkan alternatif. Maguire memang siap, Matthijs de Ligt bisa menjadi opsi, atau bahkan Luke Shaw yang berpengalaman sebagai bek kiri. Namun, semua perubahan itu akan memengaruhi keseimbangan tim yang baru saja dibangun pelatih asal Portugal tersebut.
Musim lalu, Heaven sempat absen panjang akibat cedera, melewatkan 13 laga penting. Baru pada akhir musim ia kembali fit dan mencatat enam penampilan di semua kompetisi, tiga di antaranya sebagai starter. Penampilannya yang tenang, kemampuan membaca permainan, serta kaki kiri yang kuat membuatnya dianggap aset jangka panjang klub. Cedera kali ini tentu menjadi alarm dini.
Di laga kontra Fiorentina, Old Trafford kembali bergemuruh. Kali ini bukan karena gol atau kemenangan, melainkan perkenalan resmi Benjamin Sesko. Striker muda Slovenia itu didatangkan dari RB Leipzig, dan langsung disambut sebagai penyerang utama untuk musim ini.
Sesko, 22 tahun, dikenal punya kombinasi fisik dan teknik yang jarang dimiliki striker muda: tinggi menjulang, kuat di udara, cepat dalam transisi, serta piawai mencari ruang di belakang bek lawan. Musim lalu di Bundesliga, ia mencatat 16 gol dan 5 assist, menjadi salah satu ujung tombak paling produktif di bawah usia 23 tahun di Eropa.
Ruben Amorim tak menutup rasa puasnya. “Dia punya karakter yang tepat untuk berada di tim ini. Masih muda, kuat di udara, cepat, dan bagus memanfaatkan ruang. Saya rasa dia akan merasa betah di sini,” ujar Amorim kepada MUTV.
Kedatangan Sesko juga datang di momen tepat, mengingat masa depan Rasmus Hojlund masih menjadi tanda tanya besar. Penyerang Denmark itu tidak dimainkan saat melawan Fiorentina dan sedang dihubungkan dengan kepindahan ke AC Milan. Jika transfer itu terwujud, Sesko akan memikul beban besar sebagai mesin gol utama United.
Di belakangnya, Joshua Zirkzee lebih cocok dimainkan sebagai penyerang bayangan atau nomor 10, sementara Chido Obi (17 tahun) masih dianggap proyek jangka panjang yang akan secara bertahap diberi menit bermain di tim utama.
Persiapan Menjelang Arsenal
Duel melawan Arsenal di Emirates Stadium pada 17 Agustus nanti akan menjadi ujian pertama Amorim di Premier League. The Gunners adalah tim yang musim lalu finis di papan atas dan punya catatan kandang yang solid. Menghadapi mereka tanpa dua bek inti jelas bukan skenario ideal.
Namun, kabar baik di lini depan memberi harapan tersendiri. Kehadiran Sesko bisa memberi variasi serangan yang lebih mematikan. Dengan tinggi badan 195 cm, ia bukan hanya ancaman di kotak penalti, tapi juga bisa memancing bek lawan keluar dari posisinya.
Selain itu, dengan gaya bermain Amorim yang mengandalkan pressing tinggi dan transisi cepat, Sesko bisa menjadi pemicu serangan balik mematikan. Kombinasinya dengan Zirkzee atau bahkan Bruno Fernandes di belakangnya berpotensi menghasilkan variasi serangan yang sulit ditebak.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
