
Pep Guardiola. (AFP)
JawaPos.com – Pep Guardiola dan skuad Manchester City mungkin difavoritkan banyak pihak di Piala Dunia Antarklub 2025. Namun jelang duel kontra Al-Hilal di babak 16 besar, peringatan keras datang dari pakar klub Steven McInerney. Menurutnya, The Citizens tak boleh menganggap remeh lawan yang kini dijuluki sebagai “Real Madrid-nya Arab Saudi”.
Manchester City melenggang ke babak gugur dengan penuh percaya diri. Juara Premier League itu menyapu bersih tiga pertandingan Grup G, termasuk kemenangan telak 5-2 atas Juventus yang menjadi pernyataan kuat kepada tim-tim lainnya.
Namun di sisi lain, Al-Hilal juga tampil mengesankan. Tim asal Riyadh itu belum terkalahkan di turnamen ini, bahkan mencatat dua clean sheet. Mereka menahan imbang dua raksasa Eropa: Real Madrid (1-1) dan Red Bull Salzburg (0-0), sebelum menaklukkan Pachuca 2-0 untuk mengamankan posisi runner-up Grup H.
Nama-nama besar menghiasi skuad Al-Hilal. Kalidou Koulibaly, Joao Cancelo, Yassine Bono, Sergej Milinkovic-Savic, Malcom, hingga striker muda Brasil Marcos Leonardo—semuanya punya rekam jejak di kompetisi top Eropa. Yang menarik, Joao Cancelo akan menghadapi eks klubnya sendiri, Manchester City, untuk pertama kalinya sejak hengkang pada Agustus 2024.
“Secara teknis, City memang favorit besar. Tapi jangan lupakan fakta bahwa Al-Hilal menahan imbang Real Madrid. Itu hasil luar biasa dan menjadi momen besar untuk mereka,” ujar McInerney kepada Sports Mole. “Mereka menyebut diri sebagai Real Madrid-nya Arab Saudi, dan itu menunjukkan betapa seriusnya proyek sepak bola mereka.”
Pelatih Al-Hilal saat ini adalah Simone Inzaghi, eks juru taktik Inter Milan yang pernah dua kali mencapai final Liga Champions. Meski belum pernah menjuarai kompetisi tersebut, pengalaman Inzaghi jelas jadi nilai plus. Bagi McInerney, ini adalah bukti bahwa Al-Hilal sedang membangun sesuatu yang besar dalam sepak bola global.
“Melihat pemain-pemain seperti Koulibaly, Cancelo, Bono, Milinkovic-Savic, Malcom, Leonardo… mereka semua bisa bermain di Premier League. Mereka bukan sekadar 'pemain Asia', ini level elit. Mereka datang ke turnamen ini bukan untuk jadi pelengkap,” tegasnya.
Lebih jauh, McInerney menilai bahwa keberhasilan menahan Madrid, dan kini bertemu City, menjadi semacam pembuktian untuk proyek besar olahraga Arab Saudi. “Ini bukan hanya tentang satu pertandingan. Ini tentang validasi dari proyek olahraga nasional mereka. Menahan Real Madrid, lalu menghadapi klub tersukses Eropa dalam satu dekade terakhir—mereka ingin menunjukkan bahwa mereka layak di level ini.”
Selain kualitas pemain, Al-Hilal juga punya koneksi historis dengan Manchester City. Beberapa anggota dewan mereka kabarnya merupakan eks petinggi City Football Group. Hal ini menambah "bumbu" tersendiri dalam duel kedua tim.
McInerney memprediksi Al-Hilal bakal bermain hati-hati tapi tetap dengan niat menyerang. “Kita bicara soal pemain seperti Ruben Neves, Milinkovic-Savic, Malcom, Cancelo. Mereka nggak mungkin duduk diam. Karakter mereka menyerang, dan itu yang akan coba mereka bawa melawan City,” tambahnya.
Meski begitu, ia tetap percaya City seharusnya bisa menang, bahkan dengan skor meyakinkan. “Juventus saja dilibas 5-2, dan saya pikir Juventus secara kualitas masih lebih unggul dari Al-Hilal. Tapi ya, tetap saja, ini bukan pertandingan yang bisa dianggap sepele,” kata dia.
Menurut McInerney, satu kesalahan bisa berakibat fatal jika memberi ruang kepada pemain seperti Cancelo atau Milinkovic-Savic. “Biarkan mereka bebas di sekitar kotak penalti, dan kamu akan kena hukum. Kualitas mereka di atas rata-rata.”
Di sisi lain, ia juga memberi bocoran prediksi susunan pemain Manchester City. Duet Jeremy Doku dan pemain baru Rayan Aït-Nouri di sisi kiri dinilai punya potensi besar, dan ia berharap Guardiola memberi mereka kesempatan untuk berkembang dalam laga ini.
“Mereka harus diberikan waktu bermain bersama. Kombinasi ini menjanjikan dan semoga diberi kesempatan lagi,” ujar McInerney menutup.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
