Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 20.10 WIB

Gol Awal dan Gestur Emosional: Malam Penuh Warna Harvey Elliott di Final Euro U-21 Saat Kontra Jerman

Timnas Inggris U-21 lakukan selebrasi usai menaklukan Jerman U-21 di final EURO U-21, Minggu (29/6) dini hari WIB. (Instagram Harvelliott)

 

JawaPos.com - Tangis bahagia dan amarah kecil bersatu di malam penuh emosi. Harvey Elliott, gelandang muda Liverpool, tak bisa menyembunyikan gejolaknya. Hanya hitungan detik setelah Inggris U-21 memastikan gelar juara Euro secara back to back, Elliott terekam kamera mengacungkan dua jari ke arah tribun. Entah kepada siapa gestur itu ditujukan, tapi jelas itu bukan ekspresi euforia biasa.

Elliott sebenarnya menjadi sosok vital dalam perjalanan The Young Lions. Ia membuka skor pada menit kelima dalam partai sengit kontra Jerman, Minggu (29/6) dini hari WIB, yang berlangsung bak permainan pingpong. Inggris sempat unggul dua gol, tapi keunggulan itu buyar dan laga berlanjut ke babak tambahan.

Saat pertandingan seolah akan ditentukan lewat adu penalti, Jonathan Rowe selaku pemain pinjaman Marseille dari Norwich muncul sebagai pahlawan. Golnya pada menit ke-92 memastikan kemenangan 3-2 sekaligus gelar juara kedua secara beruntun untuk Inggris U-21.

Namun, alih-alih merayakan dengan senyum lebar, Elliott memilih meluapkan frustrasi. Meski begitu, sikap emosional itu tak akan menutupi catatan impresifnya sepanjang turnamen. Pemuda berusia 22 tahun ini mencetak lima gol di fase gugur, termasuk satu gol penting di final.

Penampilan gemilangnya membuat Elliott diganjar gelar Player of the Tournament. Ia juga kini resmi menjadi top skor kedua sepanjang masa Timnas Inggris U-21, dengan 14 gol. Ia melampaui legenda seperti Alan Shearer dan Francis Jeffers. Di atasnya hanya Eddie Nketiah dengan 16 gol. Inggris kini berdiri sebagai tim ketiga tersukses dalam sejarah Euro U-21, hanya kalah dari Spanyol dan Italia yang sama-sama mengoleksi lima trofi.

Elliott dan Charlie Cresswell pun masuk buku sejarah, sebagai segelintir pemain Inggris yang meraih dua kali gelar Euro U-21, menyusul jejak Danny Thomas di era 1980-an.

Sementara Pelatih Inggris U-21, Lee Carsley, yang biasanya tenang, tak mampu menyembunyikan kebanggaannya.

"Aku sangat bangga. Bukan pada diriku, tapi kepada para pemain dan komitmen luar biasa mereka selama 28 hari ini. Sekarang, tantangannya adalah bisakah kita melakukannya lagi dua tahun lagi?" ujarnya usai laga.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore