Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Juni 2025 | 23.19 WIB

Christian Norgaard Segera Jalani Tes Medis dengan Arsenal, Kedalaman Skuad Mikel Arteta Makin Menjanjikan

Christian Norgaard. (Dok. Brentford) - Image

Christian Norgaard. (Dok. Brentford)

JawaPos.com - Ambisi Arsenal untuk merebut gelar Premier League musim 2025/26 tampaknya tidak main-main. Klub asal London Utara itu terus aktif di bursa transfer musim panas ini, membangun skuad yang lebih solid dan kompetitif. Salah satu langkah terbarunya adalah mendekatkan Christian Norgaard ke Emirates Stadium. Gelandang milik Brentford itu dikabarkan sudah mendapatkan lampu hijau untuk menjalani tes medis bersama The Gunners.

Kehadiran Norgaard tak hanya menjadi sinyal keseriusan manajemen dalam memperkuat lini tengah, tetapi juga menunjukkan betapa Mikel Arteta sangat memperhatikan kedalaman skuadnya di semua lini. Apalagi, musim depan Arsenal kembali dituntut tampil konsisten di liga domestik dan Eropa.

Kepergian Jorginho dan kemungkinan hengkangnya Thomas Partey memang membuat Arsenal harus cepat-cepat berbenah. Tidak cukup hanya memiliki pemain inti berkualitas, klub yang identik dengan warna merah-putih ini juga perlu memastikan bahwa pelapis di setiap posisi mampu menjaga performa tim saat rotasi dibutuhkan. Dalam konteks inilah nama Norgaard muncul sebagai solusi.

Selain itu, ketertarikan Arsenal terhadap Martin Zubimendi dari Real Sociedad semakin memperjelas bahwa lini tengah adalah fokus utama Arteta pada musim panas ini. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Zubimendi akan menjadi pemain inti, sementara Norgaard diplot sebagai pelapisnya.

Menurut laporan yang dihimpun sejumlah media Inggris, termasuk dari jurnalis kenamaan Fabrizio Romano, Arsenal telah menyepakati nilai transfer awal senilai 10 juta Pounds untuk memboyong Norgaard dari Brentford. Nilai tersebut masih bisa meningkat hingga 15 juta Pounds tergantung bonus dan klausul performa. Kini, proses medis menjadi tahapan krusial sebelum transfer diumumkan secara resmi.

Christian Norgaard, gelandang asal Denmark berusia 31 tahun, dikenal sebagai pemain pekerja keras yang punya disiplin taktik tinggi. Selama memperkuat Brentford, ia jadi motor penggerak di lini tengah, terutama dalam skema bertahan dan transisi. Pengalamannya di Premier League tentu jadi nilai tambah tersendiri untuk Arsenal.

Kedalaman skuad Arsenal jika transfer ini rampung akan terlihat semakin seimbang. Di lini tengah, Arteta bisa mengandalkan kombinasi Zubimendi, Declan Rice, dan Norgaard untuk mengisi dua pivot, sementara Martin Odegaard tetap jadi pilihan utama di posisi gelandang serang.

Di belakang Odegaard, talenta muda Ethan Nwaneri sudah mulai dipersiapkan sebagai pelapis. Pemain berusia 17 tahun itu bahkan digadang-gadang bisa bermain lebih fleksibel, termasuk menggantikan posisi Bukayo Saka ketika diperlukan. Nwaneri memang telah menunjukkan potensi luar biasa selama tur pramusim lalu.

Sementara di lini serang, Arsenal masih punya banyak pilihan. Kai Havertz, meski tampil inkonsisten, tetap diberi kepercayaan oleh Arteta. Namun, musim depan ia harus bersaing dengan Benjamin Sesko, striker muda milik RB Leipzig yang kabarnya juga segera merapat ke Emirates.

Di sektor sayap kiri, Gabriel Martinelli sempat mendapatkan kritik tajam karena performa yang menurun pada akhir musim lalu. Namun, Arsenal tetap punya Leandro Trossard dan Gabriel Jesus yang bisa dirotasi di posisi tersebut. Bahkan, Jesus kerap diturunkan sebagai false nine, memberi fleksibilitas tambahan dalam skema permainan Arteta.

Untuk lini pertahanan, duet Gabriel Magalhaes dan William Saliba diprediksi tetap jadi andalan utama. Tapi musim depan mereka juga punya pelapis yang cukup solid, seperti Jakub Kiwior dan Cristhian Mosquera, bek muda yang tengah naik daun. Ini memberi Arteta lebih banyak opsi dalam meracik strategi bertahan.

Di sisi full-back, kompetisi akan semakin ketat. Di kiri, Myles Lewis-Skelly dan Riccardo Calafiori sama-sama menunjukkan perkembangan positif. Sedangkan di kanan, Ben White dan Jurrien Timber akan bersaing untuk satu tempat utama. Keduanya juga punya kemampuan bermain sebagai bek tengah, sehingga memberi fleksibilitas lebih dalam formasi tiga atau empat bek.

Melihat komposisi tersebut, bisa dibilang Arsenal kini punya kedalaman skuad yang lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya. Hal ini penting, mengingat padatnya jadwal kompetisi yang akan dihadapi—Premier League, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga.

Musim lalu, kegagalan Arsenal meraih trofi Premier League kerap disorot dari ketimpangan performa pemain inti dan pelapis. Ketika pemain utama cedera atau kelelahan, permainan tim langsung menurun drastis. Dengan masuknya pemain seperti Norgaard dan potensi datangnya nama-nama lain, kelemahan itu coba ditutup secara sistematis oleh Arteta.

Kini pertanyaannya: apakah kedalaman skuad yang semakin solid ini cukup untuk membawa Arsenal meraih gelar Premier League pertama mereka sejak musim 2003/04?

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore