Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 03.34 WIB

Lyon Terdegradasi, Kisah Tragis Klub Raksasa Eropa

Skuad Juventus saat bermain di Serie B. (Dok. Juventus) - Image

Skuad Juventus saat bermain di Serie B. (Dok. Juventus)

JawaPos.com-Juara Prancis tujuh kali Lyon terdegradasi ke divisi dua Liga Prancis karena alasan keuangan. Mereka bukan raksasa Eropa pertama yang terdegradasi karena alasan di luar sepak bola.

Degradasi Lyon setelah audit pengawas keuangan sepak bola Prancis adalah salah satu kejadian aneh dalam sepak bola dunia beberapa tahun terakhir. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak pernah terjadi. Jawara tujuh kali Liga Prancis itu terkena hukuman degradasi sementara ke Ligue 2 di tengah kekhawatiran mengenai keuangan klub.

Lyon telah berusaha untuk mengurangi utang mereka yang membengkak, yang diperkirakan mencapai 500 juta euro. Chairman John Textor menjual saham minoritasnya di Crystal Palace kepada pemilik New York Jets, Woody Johnson, dengan harga GBP 190 juta, sementara tim putri Lyon juga dijual dan berganti nama.

Para pemain tim utama termasuk Said Benrahma, Anthony Lopes, Maxence Caqueret dan Rayan Cherki juga telah dijual oleh sang juara tujuh kali, yang finis di urutan keenam di Ligue 1 musim lalu.

DNCG tidak puas dengan penghematan tersebut dan mengumumkan bahwa Lyon harus berkompetisi di divisi dua, tetapi mereka berniat untuk melawan keputusan tersebut.

Kasus Lyon memang jadi berita menggemparkan dari sepak bola Liga Prancis dalam beberapa hari terakhir. Mereka bisa bernasib sama seperti klub-klub top lain yang pernah terkena hukuman turun kasta.

Dilansir dari laman Planet Football, berikut lima tim yang mengalami hukuman degradasi ke divisi bawah karena alasan non sepak bola.

Marseille

Sebagai salah satu kekuatan sepak bola Prancis dan Eropa, degradasi Marseille terjadi karena berusaha mempertahankan gelar juara dengan cara yang ilegal. Klub Prancis ini berada di jalur yang tepat untuk meraih trofi Eropa ketika mereka terdegradasi.

Berharap untuk tampil segar di final melawan AC Milan pada 1992-93, Marseille memutuskan untuk menawarkan suap kepada tim asal Prancis, Valenciennes, yang mereka hadapi enam hari sebelum final, untuk tampil buruk di pertandingan liga sehingga para pemain mereka bisa siap untuk final Eropa.

Beberapa pemain menerima uang suap tersebut, namun Jacques Glassman tidak menerima dan memberi tahu pihak berwenang, yang kemudian secara paksa mendegradasi Marseille ke kasta kedua sepak bola Prancis.

Bordeaux

Beberapa tahun yang sulit secara finansial bagi Bordeaux membuat mereka tidak hanya turun dari Ligue 1, tetapi juga turun ke kasta keempat sepak bola Prancis. Pada 2021-22, mereka finis di posisi terbawah Ligue 1, dan menghabiskan dua musim bermain di kasta kedua di negara tersebut.

Pada musim kedua mereka, masalahnya sudah jelas, karena mereka finis di papan tengah, tetapi ketidakmampuan mereka untuk melunasi utang yang tinggi berarti mereka jatuh ke dua divisi lagi.

Steaua Bucharest

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore