
Sergio Ramos berhasil mencatatkan rekor bersama Monterrey. (Dok. FIFA)
JawaPos.com - Sergio Ramos membuktikan dirinya belum habis usai memberikan kontribusi penting buat Monterrey saat melawan Inter Milan di Piala Dunia Antarklub 2025.
Monterrey harus puas berbagi angka melawan Inter dalam matchday pertama Grup E Piala Dunia Antarklub 2025. Bertanding di Rose Bowl, Rabu (18/6) pagi WIB, kedua tim bermain sama kuat 1-1.
Inter memberikan tekanan tanpa henti di sepanjang babak pertama, namun Monterrey unggul lebih dulu melalui gol Sergio Ramos pada menit ke-25 melalui skema sepak pojok. Bek berusia 39 tahun itu berhasil melewati hadangan bek tengah Inter, Alessandro Bastoni, dan melesakkan sundulannya melewati kiper Yann Sommer.
Nerazzurri mencetak gol penyeimbang yang memang layak didapatkan pada menit ke-42 melalui situasi bola mati. Kristjan Asllani dengan sempurna melepaskan tendangan bebas yang membentur tembok dan memberikan ruang bagi Carlos Augusto untuk memberikan umpan kepada kapten Lautaro Martinez yang dengan mudah disundul.
Monterrey hampir saja kembali unggul pada menit ke-64 ketika tendangan jarak jauh Sergio Canales membentur tiang kiri gawang Sommer.
Kemudian pada menit ke-77, Martinez seharusnya bisa membawa Inter unggul setelah mendapat ruang kosong di tengah kotak penalti Monterrey, namun tendangan memutarnya masih melenceng dari sasaran.
Nelson Deossa kemudian hampir saja memenangkan pertandingan untuk tim asal Meksiko tersebut di masa tambahan waktu, namun tendangan pemain pengganti ini masih melebar dari gawang. Skor 1-1 pun bertahan hingga usai pertandingan.
Tentunya sorotan di laga tersebut tertuju pada Sergio Ramos. Gol yang ia cetak rupanya memiliki arti, yakni menjadi gol keempatnya sepanjang sejarah Piala Dunia Antarklub. Namun yang lebih spesial, kali ini ia memecahkan rekor sebagai pencetak gol tertua.
Ia mencetak gol di usia 39 tahun, dua bulan, dan 18 hari. Sebelumnya, rekor itu dipegang oleh para legenda Argentina seperti Javier Zanetti, Nicolas Otamendi dan Angel Di Maria.
"Ini adalah pertandingan dengan lawan yang sangat tangguh, seorang finalis Liga Champions. Kami tahu betapa sulitnya laga ini dan tuntutan fisik yang dibutuhkan, namun, seperti yang kami katakan kemarin, tujuan kami adalah untuk menghadapi mereka secara langsung," ujar Ramos seusai laga.
"Kami senang dengan poin ini. Sekarang, saatnya untuk beristirahat dengan baik dan memikirkan pertandingan berikutnya. Lebih baik satu poin daripada tidak sama sekali."
Ramos diberi kesempatan oleh pelatih Domenec Torrent bermain penuh hingga akhir laga dan tampil tenang serta dominan di lini belakang sepanjang laga. Kepemimpinannya membuat lini pertahanan Monterrey tetap solid menghadapi tekanan.
Pengalamannya jadi pembeda dalam pertandingan ini. Tak heran, Ramos dinobatkan sebagai pemain terbaik di pertandingan kali ini.
