
PSG kembali menjadi finalis Liga Champions setelah mereka mengalahkan Arsenal 3-1 dalam dua leg di babak semifinal. (Dok. PSG)
JawaPos.com - PSG kembali menjadi finalis Liga Champions setelah mereka mengalahkan Arsenal 3-1 dalam dua leg di babak semifinal. Setelah mereka menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar, para pengamat menobatkan mereka sebagai tim kuat di Eropa musim ini.
Jika menengok kembali ke belakang, jagoan asal Prancis ini sebelumnya nyaris meraih gelar Liga Champions perdana andai mereka tidak takluk lawan Bayern Munchen di partai puncak lewat gol Kingsley Coman.
Lima tahun berselang, PSG kembali tiba di titik yang sama. Namun, kali ini, tujuannya lebih dari sekadar bermain bagus atau memberi perlawanan. Mereka datang ke Munich Football Arena untuk mengakhiri penantian panjang dan merebut gelar pertama mereka.
Pelatih Luis Enrique di musim keduanya, telah berhasil mengubah tim PSG menjadi satu kesatuan yang kohesif dan selalu mengancam di semua lini. Mereka kini tidak lagi bergantung dengan seorang bintang.
Pelatih asal Spanyol itu mengandalkan Achraf Hakimi dan Nuno Mendes yang merupakan duet bek sayap yang tangguh, Vitinha mengomandoi lini tengah dengan Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia dan Desire Doue yang saling bergantian dan mengacak-acak lini pertahanan lawan.
Tak pelak, PSG masa kini mempunyai tekad yang kuat untuk menebus luka masa lalu dan mengukir sejarah baru bagi Paris. Dilansir dari laman SI, berikut perjalanan Les Parisiens hingga bisa menginjakkan kaki di final Liga Champions.
Dalam fase liga, performa PSG bisa dibilang cukup mengkhawatirkan. Sebagai bukti, mereka finis di peringkat ke-15 dengan tiga kekalahan dari enam laga awal. Kekalahan dari Arsenal, Atletico Madrid, dan Bayern seakan mengulang mimpi buruk yang sama.
Namun, setelah itu PSG mampu bangkit di tiga laga pamungkas fase liga, menghajar Manchester City dan Stuttgart dengan cara yang meyakinkan. Lalu, babak knockout menjadi arena pembuktian mereka.
Brest dihancurkan agregat 10-0 di playoff. Liverpool ditumbangkan lewat adu penalti dramatis. Aston Villa sempat membuat tegang, tapi tetap kalah agregat. Arsenal menjadi korban terakhir—kalah di dua leg oleh racikan Luis Enrique yang kian matang.
Final melawan Inter Milan pada Minggu (1/6) dini hari WIB adalah pertemuan pertama kedua klub di kompetisi resmi. Inter merupakan tim yang disiplin, matang, dan berpengalaman.
Namun, PSG tak gentar. Mereka telah menumbangkan raksasa-raksasa Inggris sepanjang perjalanan. Dari Liverpool, Aston Villa, hingga Arsenal. Semua dibungkam oleh tekad Paris yang tak bisa dibeli.
Ini bukan sekadar final. Ini adalah panggung penggenapan. Paris tak ingin kembali pulang dengan luka. Mereka ingin pulang dengan mahkota.
Berikut Perjalanan PSG hingga ke Babak Final Liga Champions:
Fase Liga
1–0 vs Girona
0–2 vs Arsenal
1–1 vs PSV Eindhoven
1–2 vs Atletico Madrid
0–1 vs Bayern Munich
3–0 vs Salzburg
4–2 vs Manchester City
4–1 vs VfB Stuttgart
Babak Play-off

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
