
Pep Guardiola kritik jadwal padat Liga Inggris. (AP Photo/Martin Meissner)
JawaPos.com - Pep Guardiola kembali harus mengubur mimpi meraih trofi setelah Manchester City takluk 0-1 dari Crystal Palace di final Piala FA akhir pekan lalu. Kekalahan yang menyakitkan ini menjadi tamparan telak bagi The Citizens yang selama ini dikenal sebagai tim dengan dominasi luar biasa di berbagai kompetisi domestik. Kini, mereka mencoba bangkit di hadapan publik sendiri saat menjamu klub dari putra pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert, Bournemouth, dalam laga terakhir di Etihad Stadium musim ini, Selasa (20/5) malam waktu setempat.
Namun, laga ini bukan sekadar pertandingan formalitas penutup musim. City masih punya peluang untuk mengamankan tiket Liga Champions, sementara Bournemouth masih berharap tipis untuk lolos ke kompetisi Eropa, tergantung hasil tim lain. Aroma kompetisi masih sangat terasa.
Meski tak lagi menjadi juara bertahan Premier League, posisi Manchester City masih sangat krusial. Satu laga tersisa ini bisa menentukan apakah musim mereka benar-benar mengecewakan atau setidaknya bisa ditutup dengan harapan manis. Di sisi lain, Bournemouth datang dengan harapan kecil dan tekad besar, mencoba mencuri poin demi kemungkinan tampil di Eropa untuk pertama kalinya.
Gagal di Wembley, Sorotan Tajam untuk City
Manchester City kembali menjadi bahan perbincangan panas usai kekalahan di final Piala FA. Gol tunggal dari Eberechi Eze serta drama VAR yang kontroversial—termasuk momen ketika Dean Henderson terhindar dari kartu merah karena menyapu bola dari kaki Erling Haaland di luar kotak penalti—membuat banyak pihak, termasuk legenda Inggris Ian Wright, mengecam keputusan wasit.
Laga tersebut semakin menyakitkan karena City tampil dominan tapi gagal mengeksekusi peluang, termasuk penalti yang gagal diselesaikan oleh Omar Marmoush. Kekalahan itu memastikan bahwa musim 2024/25 hanya diwarnai dengan trofi Community Shield—sebuah catatan minor bagi Guardiola yang terbiasa panen gelar.
Laga Penentu Nasib Liga Champions
Meski gelar juara sudah lepas, City masih bersaing ketat untuk finis di posisi lima besar. Mereka kini tertinggal satu poin dari Aston Villa dan Chelsea, namun punya satu laga sisa lebih banyak. Dengan selisih gol yang juga lebih baik, kemenangan atas Bournemouth bisa menjadi kunci untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Apalagi, tren positif di kandang bisa jadi modal. The Citizens memenangkan empat laga kandang terakhir di Premier League dan selalu menang dalam delapan laga penutup musim di Etihad Stadium.
Bournemouth, Asa Tipis Eropa Masih Terbuka
Sementara itu, Bournemouth datang dengan semangat tersisa. Harapan lolos ke kompetisi Eropa, tepatnya UEFA Conference League, memang sangat tipis. Namun, skenario tersebut masih mungkin terjadi jika Chelsea menjuarai final Conference League melawan Real Betis dan menutup musim di posisi tertentu.
Namun sayangnya, performa The Cherries belakangan tidak meyakinkan. Tiga kemenangan dari 13 laga terakhir jelas bukan modal bagus untuk menantang City. Bahkan kekalahan 0-1 dari Aston Villa yang bermain dengan 10 pemain pekan lalu membuat kans ke tujuh besar pupus.
Meski begitu, ada secercah harapan dari rekor tandang mereka. Bournemouth hanya kalah sekali dari 13 laga tandang terakhir. Bahkan mereka pernah mengalahkan City 2-1 pada November lalu di laga kandang, walau City membalas kekalahan itu di perempat final Piala FA.
Masalah Cedera Hantui Kedua Tim
City tidak akan diperkuat beberapa pemain kunci, termasuk Mateo Kovacic yang cedera menjelang final Piala FA. Rodri, Nathan Ake, Oscar Bobb, dan John Stones juga masih absen. Namun laga ini kemungkinan besar akan menjadi momen perpisahan untuk Kevin De Bruyne yang disebut-sebut akan hengkang. Ia diyakini akan tampil sejak menit awal sebelum diganti untuk mendapat penghormatan di depan publik Etihad.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
