Rafael Benitez. (Dok. EPL)
JawaPos.com - Mantan juru taktik Inter Milan dan Napoli, Rafael Benitez menjelaskan alasannya mengapa sangat yakin Nerazzurri mampu meraih tiga gelar alias treble musim ini, meski saat ini ada tiga tim yang bersaing merebutkan puncak klasemen Serie A.
Inter Milan asuhan Simone Inzaghi merupakan satu dari tujuh tim di Eropa yang memiliki peluang untuk memenangkan treble winner dari gelar liga, piala domestik, dan Liga Champions (UCL) musim ini, meskipun jumlah tersebut akan berkurang pada akhir putaran UCL saat ini.
Bahkan hanya Nerazzurri yang menjadi satu-satunya tim asal Serie A yang tersisa di babak 16 besar Liga Champions, sebuah kompetisi di mana mereka membanggakan rekor pertahanan yang semakin mengesankan.
Sementara di liga, La Beneamata juga berada di puncak klasemen Serie A hingga pekan ke-28 ini, unggul satu poin atas Napoli asuhan Antonio Conte di peringkat kedua dan berjarak tiga poin dari Atalanta di posisi ketiga disaat Serie A menyisakan 11 pertandingan di musim 2024/2025.
Melansir dari Football Italia yang mengutip La Gazzetta dello Sport, pria 64 tahun itu, menjelaskan mengapa Inter mampu memenangkan banyak trofi musim ini
“Pertama-tama karena mereka berada di posisi pertama di liga, meskipun mereka hanya unggul satu poin saja dari Napoli, yang bersama dengan Atalanta dan sekarang Juventus merupakan pesaing yang sulit," ujar Benitez.
Meskipun masih ada jalan panjang sebelum berakhirnya musim ini, Rafa Benitez, yang sempat melatih Inter pada 2010, yakin bahwa Simone Inzaghi memiliki kejeniusan yang diperlukan Nerazzurri untuk menghadapi tantangan serius demi mengulang sejarah treble klub ini pada musim 2009/2010 lalu.
“Juga karena mereka difavoritkan di Coppa Italia, meskipun ada bahaya dari derby della Madonnina di semifinal dua leg dan mereka mampu tampil konsistensi dengan mengesankan di Liga Champions, hingga kini pun mereka tidak kehilangan momentum,” tambah Benitez.
Juru taktik yang pernah melatih Liverpool ini juga melihat dua tanda khusus yang menurutnya sangat menggembirakan bagi Inzaghi untuk merealisasikan peluang besar ini menjadi berbagai gelar.
“Pertama, mereka tidak pernah kebobolan gol. Mereka praktis tidak pernah menempatkan lawan mereka dalam posisi untuk menembak ke gawang dengan mudah. Hanya satu gol yang kebobolan (di Liga Champions) adalah bukti kekuatan lini pertahanan tim," sambung Rafael Benitez.
Inter akan menghadapi rival sekota AC Milan dalam dua leg semifinal Coppa Italia, dan saat ini asuhan Inzaghi difavoritkan untuk memenangkan turnamen tersebut, meskipun mereka telah kalah dua kali dan seri sekali melawan Rossoneri sejauh musim ini.
“Yang kedua, bahkan tanpa Dimarco, Cahlanoglu, dan Mkhitaryan, level performa mereka (Inter Milan) tidak menurun dan semangat setiap pemain sangat tinggi. Ketakutan bahwa absennya pemain dapat memengaruhi performa tersapu oleh hasil dan bukti yang ditunjukkan di lapangan,” tambah Benitez.
Benitez juga percaya bahwa kekuatan lini penyerang La Beneamata adalah bonus tambahan bagi tim yang sudah terbilang komplit ini.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
