
Fabio Capello (kiri) lontarkan kritik pedas kepada Pep Guardiola (kanan). (Marwan Naamani/Getty Images)
JawaPos.com-Mantan pelatih timnas Inggris Fabio Capello telah meluncurkan komentar pedas yang mengejutkan terhadap Pep Guardiola, dengan menjuluki juru taktik Manchester City itu pelatih yang arogan.
Capello yang pernah melatih Guardiola saat masih menjadi pemain, ketika berseragam AS Roma pada awal tahun 2000-an, tidak berbasa-basi ketika membahas pelatih terbaik era modern paling disegani di dunia ini.
Melansir dari 90min yang mengutip El Mundo, pelatih legendaris kelahiran Italia itu sangat kritis terhadap Guardiola meskipun bersikeras bahwa dia tidak memiliki masalah pribadi dengan pelatih kepala Manchester City tersebut.
"Saya sangat menghargai Guardiola sebagai pelatih, dia telah melakukan hal-hal yang luar biasa. Saya telah mengalami tiga revolusi dalam sepak bola, mulai dari Ajax-nya (Johan) Cruyff, Milan-nya (Arrigo) Sacchi, dan Barca-nya Guardiola. Saya tidak ragu untuk mengatakan itu,” ungkap Capello.
"Tahukah Anda apa yang tidak saya sukai dari Guardiola? Kesombongannya. Liga Champions yang dimenangkannya bersama City adalah satu-satunya di mana dia tidak mencoba hal-hal aneh dalam pertandingan-pertandingan penentu. Namun, setiap tahun dia selalu ingin menjadi protagonis," tutur Capello.
"Ia mengubah banyak hal dan mengarang banyak hal sehingga dia dapat berkata: Pemain tidak menang, saya yang menang. Dan kesombongan itu telah membuatnya kehilangan beberapa gelar Liga Champions,” tambah Capello.
“Saya menghormatinya, tetapi saya melihatnya dengan jelas. Meskipun itu bukan lagi salahnya, ia telah melakukan kerusakan yang luar biasa pada sepak bola era ini," imbuh dia.
Ketika ditanya tentang kerusakan luar biasa yang telah dilakukan Guardiola pada permainan yang indah itu, Capello melanjutkan kritik pedasnya terhadap pelatih asal Spanyol itu.
"Semua orang telah menghabiskan sepuluh tahun mencoba menirunya. Itu telah merusak sepak bola Italia, yang telah kehilangan sifatnya. Saya pernah berkata: Hentikan itu, Anda tidak memiliki jajaran pemain seperti Guardiola,” ujar pelatih 78 tahun itu.
“Selain itu, gagasan yang tidak masuk akal bahwa permainan di lapangan yang dianggap baik hanyalah dengan melakukan sekali sentuhan, sentuhan, dan sentuhan," sambung dia.
"Sekarang dalam sepak bola Italia, kiper harus bisa memainkan bola. Sebuah bencana dan juga kebosanan yang telah membuat banyak orang menjauh dari sepak bola modern ini, mereka hanya harus menonton cuplikannya saja," ungkap Capello.
“Mengapa Anda akan menonton permainan yang hanya mengandalkan umpan dan umpan horizontal selama 90 menit tanpa berjuang, tanpa berlari? Untungnya sepak bola telah berubah. Spanyol dengan memenangkan Euro (2024) hanya mengandalkan dua pemain sayapnya dan bermain cepat,” tandas Capello.
Pendapat kontroversial Fabio Capello tersebut kemungkinan besar tidak dianut oleh mayoritas pendukung sepak bola modern, karena Pep Guardiola masih dianggap sebagai manajer terbaik dalam permainan ini meskipun musim ini ia menurun bersama The Citizen.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
