
Filippo Inzaghi, striker legendaris Italia yang mencetak gol dari sudut tak terduga. (X.com)
JawaPos.com - Dunia sepak bola modern saat ini sudah semakin canggih dengan dilengkapi berbagai macam teknologi yang mampu membantu keputusan wasit pengadil di lapangan membuat keputusan. Namun, adanya keputusan yang dihasilkan tetap menghasilkan sebuah kontroversi.
Adanya Video Assistant Referee (VAR), goal line technology yang terhubung dengan jam tangan wasit, serta mic yang ditempel di tubuh wasit tidak membantu hilangnya kontroversi dari pertandingan dan subjektifitas dari seorang pengadil di lapangan.
Berkaca pada penggunaan VAR misalnya, salah satu kegunaannya adalah melakukan pengecekan mengenai offside. Dengan adanya kamera di berbagai sudut, wasit yang ada di ruang kontrol dapat menggunakan teknologi tersebut ketika menarik lurus dengan tepat. Garis lurus akan ditarik biasanya dari kaki terakhir pemain belakang sebuah tim ketika tim tersebut diserang. Namun, hal itu tetap menimbulkan kontroversi.
Salah satunya adalah laga antara Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris musim 2023/2024. Ketika itu Alejandro Garnacho dianggap sudah berada di posisi offside dengan posisi tubuh yang melewati bagian tubuh dari Gabriel Magalhaes. Lantas, wasit VAR menarik garis lurus, dan dinyatakan tidak berada di posisi yang tepat. Posisi kamera bantuan yang tidak sejajar dengan Gabriel Magalhaes.
Kemudian, jika ditelisik ke belakang, dunia sepak bola pernah mengenal seorang penyerag gaek asal Italia, Filippo Inzaghi. Inzaghi adalah striker legendaris Italia yang terkenal karena penempatan posisinya yang sempurna, penyelesaian akhir yang naluriah, dan kemampuannya untuk mencetak gol-gol krusial.
Meskipun bukan penyerang yang paling berbakat secara fisik atau terampil secara teknis, kecerdasan dan pergerakannya membuatnya menjadi salah satu pemburu yang paling ditakuti dalam sejarah sepak bola. Kehadiran dirinya yang secara tiba-tiba di area sepertiga pertahanan lawan perlu diacungi jempol.
Juventus merekrut Inzaghi pada tahun 1997, setelah dirinya menerima Serie A Golden Boot bersama Atalanta dengan 24 gol yang dicetak pada musim 1996/1997. Di Juventus ia melakukan duet dengan Alessandro Del Piero. Dia mencetak 27 gol di musim pertamanya, membantu Juventus menjuarai Serie A.
Gaya bermainnya yang oportunis sering membuat para pemain bertahan frustrasi, dan dia sering dikritik karena sering berada dalam posisi offside, tetapi kemampuannya untuk mencetak gol di saat-saat genting tidak dapat disangkal. Inzaghi juga Inzaghi memainkan peran penting dalam kompetisi Liga Champions Juventus pada tahun 1998, di mana mereka keluar sebagai runner-up.
Kemudian, ketika Filippo Inzaghi memutuskan pindah ke tim AC Milan, disana ia mendapatkan suguhan berkualitas dari pemain-pemain kelas dunia pada musim 2001 sampai 2012. Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, ia berkembang pesat dalam tim yang diperkuat Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, dan Kaka, yang memberinya umpan-umpan jitu.
Inzaghi memenangkan dua gelar Liga Champions bersama Milan. Momen terbaiknya terjadi pada final 2007 melawan Liverpool, di mana ia mencetak kedua gol dalam kemenangan 2-1 Milan, membalas kekalahan mereka di tahun 2005. Ia dinobatkan sebagai Man of the Match dan membuktikan kemampuannya untuk selalu bersinar di panggung terbesar Benua Eropa.
Inzaghi sering dibandingkan dengan para penyerang seperti David Trezeguet dan Raul, namun permainannya sangat unik. Sementara pemain lain memiliki lebih banyak bakat teknis, dia memiliki kemampuan yang tak tertandingi untuk menemukan ruang di area penalti yang padat dan ketat.
Maka dari itu, dengan positioning yang dimiliki Filippo Inzaghi di area pertahanan lawan dan terkadang menciptakan gol yang tak terduga, akankah pemain sepak bola dan khususnya penyerang tengah macam Filippo Inzaghi akan kembali muncul di tengah maraknya teknologi VAR yang saat iini menghiasi sepak bola?

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
