
Marcus Rashford. (Stephen Pond/Getty Images)
JawaPos.com - Masa depan Marcus Rashford sepertinya tidak lagi di Manchester United. Ia kini menuju pintu keluar Old Trafford dan AC Milan siap menampungnya.
Dalam dua hari terakhir, AC Milan santer diberitakan ingin meminang Marcus Rashford. Mereka butuh pemain baru di lini depan setelah penampilan mengecewakan Alvaro Morata dan Tammy Abraham sejauh ini.
Memang, Rashford bukan pemain nomor sembilan. Walau begitu ia beberapa kali dipercaya sebagai striker dan punya naluri gol yang tinggi.
Ini pula yang jadi pertimbangan I Rossoneri. Masalahnya, mereka punya tembok penghalang untuk mendaratkan Rashford di San Siro.
Gazzetta dello Sport melaporkan kendala terbesar klub adalah finansial. Terutama soal besaran gaji pemain asal Inggris tersebut.
Sebagai informasi, Marcus Rashford digaji sebesar EUR 14 juta selama semusim oleh Manchester United. Angka ini jauh di atas standar gaji pemain-pemain Serie A.
AC Milan tidak mungkin menyanggupi angka tersebut. Ditambah dengan kecilnya kemungkinan Rashford mau memotong gajinya, raksasa Italia tersebut mengajukan dua opsi.
Opsi pertama, klub besutan Sergio Conceicao akan mengajukan kesepakatan pinjaman dengan opsi pembelian di akhir musim. Tidak ada kewajiban permanen dalam negosiasi.
Klausul ini sejatinya berat untuk Milan. Jika opsi pembelian diaktifkan mereka perlu negosiasi ulang dengan Rashford soal besaran gaji musim depan.
Opsi kedua adalah meminjam eks timnas Inggris itu tanpa opsi pembelian. Artinya ketika musim 2024-2025 berakhir, ia otomatis kembali ke Manchester United.
Terkait gaji, klausul ini hanya mewajibkan Milan membayar Rashford hingga akhir musim saja. Angkanya pun disebut-sebut tidak sampai EUR 5 juta.
Dalam beberapa tahun terakhir Il Diavolo Rosso sangat akrab dengan pemain-pemain Inggris atau alumni Premier League. Musim ini saja mereka punya Tammy Abraham, Ruben Loftus-Cheek, dan Fikayo Tomori.
Tren inilah yang ingin diteruskan AC Milan dengan menggaet Marcus Rashford. Menarik ditunggu apakah pemain 27 tahun berani mengadu nasib ke Italia, atau akan terus memperjuangkan tempatnya di Manchester United.
