Video Assistant Referee (VAR) sejarah, implementasi hingga kontroversinya. (X@PremierLeague)
JawaPos.com - Dunia sepak bola terus menerus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Mulai dari segi teknik permainan, peraturan permainan, hingga perangkat-perangkat pertandingannya.
Hal ini dikarenakan sepak bola adalah sebuah olahraga yang fluktuatif atau gampang berubah-ubah secara peraturan di dalamnya. Seiring dengan berkembangnya zaman yang mana saat ini merupakan era digitalisasi sepakbola memanfaatkan beberapa teknologi yang membantu jalannya pertandingan.
Kita semua tahu bahwa sepak bola pernah memanfaatkan teknologi Goal Line Technology (GLT) yang mana perangkat tersebut dapat membantu wasit membuat keputusan apakah gol atau tidak.
Setelah teknologi tersebut diterapkan ada suatu teknologi yang sangat membantu kinerja wasit hanya dengan metode komunikasi dengan asisten wasit melalui video yakni Video Assistant Referee atau biasa dikenal dengan sebutan VAR.
Teknologi VAR mulai dirancang dan diciptakan pada tahun 2010. Awal mula terciptanya VAR ini adalah ketika wasit bisa membuat keputusan berdasarkan opini pribadi dan asisten wasit di pinggir lapangan.
Oleh sebab itulah teknologi VAR ini diciptakan untuk memudahkan wasit membuat suatu keputusan yang tepat dan dapat diterima oleh semua pihak.
Cara kerja teknologi ini sangatlah praktis, dimana terdapat sekelompok wasit yang ditempatkan pada suatu ruangan untuk memantau jalannya pertandingan serta meninjau ulang kejadian-kejadian yang janggal, itulah yang disebut sebagai wasit VAR.
Setelah itu, wasit VAR akan mengkomunikasikan kejadian janggal tersebut dengan wasit utama untuk direview yang kemudian akan dibuat sebuah keputusan.
Berjalannya waktu teknologi ini dinilai cukup membantu kinerja wasit yang bertugas, dan sejak VAR ini diciptakan pelanggaran-pelanggaran kontroversial dapat diminimalisir.
Berdasarkan data yang diperoleh dari barcainnovationhub.fcbarcelona.com, jumlah pelanggaran dan kartu merah menurun setelah penerapan sistem VAR.
Selain itu, menurut data dari FIFA selama jalannya Piala Dunia 2018 keputusan wasit yang dinilai masuk akal meningkatkan dari 95% menjadi 99,32% berkat adanya teknologi VAR.
Lantas, dengan adanya teknologi VAR ini tidak memungkinkan muncul kontroversinya? Tentu saja tetep ada. Flashback, pada laga Jerman kontra Spanyol di semifinal Euro 2024, yang mana Cucurella menahan tendangan yang dilepaskan oleh Jamal Musiala dengan tangan.
Kejadian tersebut menuai banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Ada yang menyebut bahwa kejadian itu harusnya wasit memberikan keputusan penalti kepada Jerman, namun pada kenyataannya tidak seperti itu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
