
Wayne Rooney resmi dipecat setelah timnya kalah dari klub Marselino Ferdinan. (@waynerooney)
JawaPos.com - Plymouth Argyle resmi memutuskan kerja sama dengan Wayne Rooney usai kekalahan 0-2 dari Oxford United, klub yang diperkuat gelandang muda Indonesia, Marselino Ferdinan.
Keputusan ini menjadi akhir yang pahit bagi Rooney, yang baru menukangi Plymouth selama setengah musim. Meski sempat menjanjikan di awal, performa tim yang terus menurun membuat Plymouth terpuruk di dasar klasemen Championship, terpaut empat poin dari zona aman.
Rooney diangkat sebagai pelatih Plymouth Argyle pada musim panas lalu atas rekomendasi Direktur Sepak Bola Neil Dewsnip, yang mengenalnya sejak keduanya berada di Everton.
Awalnya, kehadiran legenda sepak bola Inggris ini membawa angin segar. Plymouth sukses mengamankan delapan poin dari tujuh laga pertama, termasuk kemenangan dramatis atas Sunderland. Namun, harapan itu memudar setelah tim hanya mencatat satu kemenangan dalam 14 laga terakhir.
Dalam wawancara perpisahannya, Rooney mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada klub.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Dewan Klub Sepak Bola Plymouth Argyle, terutama Simon Hallett dan Neil Dewsnip atas kepercayaan yang diberikan kepada saya," kata Rooney.
Ia juga menyampaikan kesan kepada para staf pelatih, pemain, dan para suporter yang disebutnya sebagai "Green Army".
"Home Park adalah tempat yang istimewa. Saya akan selalu menyimpan kenangan indah dari suporter yang membuat suasana stadion begitu luar biasa," tambahnya.
Meski demikian, Rooney mengakui bahwa kegagalannya membawa Plymouth keluar dari zona degradasi adalah pukulan berat.
Rooney, yang sebelumnya sempat mengesankan saat menangani Derby County di tengah krisis keuangan, kini menghadapi tantangan baru untuk melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Dengan hanya mencatat 21 kemenangan dari 93 laga bersama tiga klub berbeda (Derby County, DC United, dan Plymouth), ia mengakui bahwa masa depan kepelatihannya mungkin berada di luar Inggris.
"Saya percaya ini bukan akhir perjalanan saya sebagai pelatih. Saya masih belajar dan ingin terus berkembang," ujarnya.
Namun, ia juga menyadari bahwa mencari peluang baru di sepak bola Inggris tidak akan mudah.
Terlepas dari perpisahan yang pahit, Rooney berharap Plymouth Argyle dapat menemukan kembali ritme terbaik mereka dan bertahan di Championship.
"Saya ingin yang terbaik untuk klub ini. Plymouth Argyle akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya," tutupnya.
Kini, Plymouth menghadapi tugas berat untuk mencari pelatih baru yang dapat membalikkan keadaan di paruh kedua musim. Sementara itu, Rooney akan merenungkan langkah selanjutnya dalam karier kepelatihannya, apakah itu kembali ke Eropa, Amerika Serikat, atau bahkan tantangan baru di tempat lain.
