Kisah unik sepak bola dunia terkait plagiarisme logo klub Liga Inggris. (Wikipedia/Fair Use/NK Jadran-Gaaleb/Facebook)
JawaPos.com — Dunia sepak bola kerap menghadirkan cerita unik di luar lapangan, termasuk soal perseteruan hak cipta. Baru-baru ini, sebuah klub kecil di Kroasia bernama NK Jadran-Galeb harus menghadapi ancaman serius dari salah satu klub Premier League, Brighton & Hove Albion.
Kasus ini bermula ketika Brighton menemukan lambang klub NK Jadran-Galeb sangat mirip dengan lambang mereka. Brighton mengirim surat resmi berisi beberapa halaman kepada klub Kroasia tersebut, meminta penjelasan terkait dugaan pelanggaran hak cipta.
Menurut laporan dari media lokal ePodravina, surat itu juga berisi permintaan agar logo klub NK Jadran-Galeb segera diubah. Meskipun surat tersebut tidak menyebutkan adanya tindakan hukum lebih lanjut, pesan ultimatum ini jelas membuat klub Kroasia tersebut harus mengambil langkah cepat.
Lambang NK Jadran-Galeb bahkan sudah dihapus dari situs resmi Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS). Penghapusan ini dilakukan setelah seorang pengacara lokal, Josip Mađarić, membantu memediasi masalah ini.
“Ada semacam ancaman, tapi pada akhirnya mereka hanya meminta perubahan logo tanpa ada konsekuensi hukum lebih lanjut,” kata Mađarić kepada ePodravina dikutip dari Croatia Week. Ia menjelaskan secara hukum, tidak ada alasan untuk menolak permintaan tersebut.
Menurut Mađarić, Brighton tampaknya baru saja menyadari kemiripan lambang kedua klub meskipun logo itu sudah digunakan selama bertahun-tahun. NK Jadran-Galeb diketahui mengadopsi logo tersebut pada tahun 2001, saat klub itu terbentuk dari hasil merger dua tim lokal di Kroasia.
Uniknya, penggunaan lambang Brighton ini terjadi bersamaan dengan promosi Brighton ke divisi tiga Liga Inggris pada tahun yang sama. Namun, saat Brighton kini berjaya di Premier League, masalah ini justru mencuat setelah dua dekade berlalu.
Kabar ini semakin menarik perhatian setelah terungkap Brighton mengetahui keberadaan NK Jadran-Galeb dengan cara yang tidak biasa. Salah satu anggota klub Kroasia tersebut ternyata pernah mengunjungi kantor Brighton dan, ironisnya, meminta sumbangan.
Alih-alih mendapatkan donasi, klub Kroasia itu justru menerima surat peringatan hukum terkait logo mereka. Situasi ini menjadi bahan pembicaraan di kalangan penggemar sepak bola karena jarang terjadi kasus seperti ini di dunia olahraga.
Lambang klub yang menjadi sumber masalah ini sebenarnya masih terlihat di halaman Facebook resmi NK Jadran-Galeb. Namun, pihak klub belum memberikan komentar resmi terkait tuntutan Brighton.
Josip Mađarić menjelaskan Brighton memang memiliki hak untuk melindungi properti intelektual mereka. Namun, langkah hukum yang diambil oleh klub Premier League tersebut juga menyoroti pentingnya kesadaran akan hak cipta, bahkan di level sepak bola amatir.
NK Jadran-Galeb sendiri bermain di divisi tiga liga regional di Kabupaten Koprivnica-Križevci, Kroasia. Meskipun termasuk klub kecil, mereka kini mendapatkan perhatian internasional karena kasus ini.
Para penggemar Brighton pun memberikan beragam reaksi terhadap kabar ini. Beberapa menganggap tindakan klub mereka terlalu berlebihan, mengingat NK Jadran-Galeb hanyalah tim kecil yang jauh dari level Premier League.
Namun, ada juga yang mendukung langkah Brighton untuk menjaga citra dan identitas klub. Hak cipta logo memang menjadi isu yang serius, terutama bagi klub besar dengan penggemar global seperti Brighton.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
