Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Oktober 2024 | 01.39 WIB

FIFA Tolak Permohonan Naturalisasi Mats Deijl ke Malaysia, Netizen Sarankan ‘Naturalisasi’ Erick Thohir

Mats Deijl gagal dinaturalisasi oleh Timnas Malaysia. (Instagram Mats Deijl) - Image

Mats Deijl gagal dinaturalisasi oleh Timnas Malaysia. (Instagram Mats Deijl)

JawaPos.com — Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) baru saja mengumumkan bahwa permohonan naturalisasi bek Go Ahead Eagles, Mats Deijl, untuk memperkuat Timnas Malaysia ditolak oleh FIFA. Alasan penolakan ini terkait asal-usul keluarga Deijl yang tidak memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Statuta FIFA.

FAM menjelaskan bahwa Mats Deijl memiliki keturunan Malaysia yang lebih jauh dari generasi ketiga, yakni melalui nenek moyang yang lebih tua dari kakek dan neneknya. Berdasarkan aturan FIFA, seorang pemain hanya bisa menukar kewarganegaraan dan mewakili negara lain jika ia memiliki keturunan maksimal dari kakek dan neneknya, atau telah tinggal di negara tersebut selama lima tahun berturut-turut.

Dalam kasus Mats Deijl, dokumen-dokumen yang diajukan menunjukkan bahwa dia memiliki garis keturunan Malaysia melalui nenek moyangnya. Namun, nenek moyang tersebut berasal dari generasi yang lebih jauh dari kakek dan nenek Deijl, yang bertentangan dengan ketentuan FIFA.

FAM sendiri sudah lama berupaya untuk membawa Deijl ke dalam skuad Timnas Malaysia. Komunikasi antara FAM dengan pihak Deijl dan klub Go Ahead Eagles dimulai sejak Juni 2024. Deijl pun menyatakan minatnya untuk membela Malaysia, mengingat adanya hubungan darah dengan negara tersebut melalui leluhurnya.

"Dari dokumen yang disertakan, terungkap bahwa Mats Deijl hanya memiliki hubungan darah Malaysia melalui nenek moyangnya, dan bukan melalui kakek dan neneknya, sesuai dengan ketentuan FIFA," ungkap FAM di situs resminya.

"Setelah melakukan diskusi, pemain tersebut telah menyerahkan dokumen yang mengungkapkan silsilah keluarganya, yang membuktikan adanya hubungan dengan Malaysia," tambah FAM.

Namun, saat FIFA meninjau dokumen terkait, ditemukan bahwa silsilah keluarga Deijl tidak memenuhi persyaratan yang ada. FIFA menegaskan bahwa hubungan darah melalui nenek moyang yang lebih tua dari kakek dan nenek tidak dianggap sah untuk memenuhi syarat naturalisasi pemain di bawah aturan mereka.

Dalam surat resminya, FIFA menjelaskan bahwa meskipun nenek moyang dari pihak ibu kakek Deijl lahir di Singapura yang saat itu merupakan bagian dari Malaya, hal ini tidak memenuhi syarat kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan naturalisasi FIFA. Alhasil, permohonan FAM untuk menjadikan Deijl sebagai bagian dari Timnas Malaysia harus kandas.

"FAM menjelaskan bahwa dokumen yang diperlukan mencakup akta kelahiran pemain, serta informasi tentang ayah dan kakek dari pihak ayah, termasuk konfirmasi kelahiran leluhur dari pihak ayah yang merupakan ibu dari kakek pemain. Menurut penjelasan tersebut, pemain ini memiliki keturunan Malaysia melalui nenek moyang dari pihak ibu kakek, yang lahir di Singapura pada 24 Juni 1893, pada masa ketika Singapura merupakan bagian dari Malaya. Pada 23 September 2024, FAM mengirimkan surat kepada FIFA untuk meminta klarifikasi mengenai status pemain yang ingin mewakili Timnas Malaysia berdasarkan garis keturunannya."

Di musim ini, Mats Deijl sendiri telah tampil sembilan kali untuk Go Ahead Eagles di Eredivisie dan Kualifikasi Conference League. Namun, meski performanya di lapangan cukup impresif, Deijl belum bisa mengenakan seragam Malaysia akibat keputusan FIFA ini.

"Sayangnya, kewarganegaraan nenek moyang pemain di luar kakek-neneknya, seperti kakek buyut atau leluhur yang kurang dikenal, tidak memungkinkan pemain untuk memenuhi syarat mewakili tim asosiasi Anda," demikian pernyataan FIFA kepada FAM.

Sontak, penolakan FIFA terhadap naturalisasi Deijl menuai berbagai reaksi dari netizen, khususnya di platform X (dulu Twitter) @idextratime. Beberapa netizen Indonesia bahkan ikut berkomentar secara humoris menanggapi kegagalan tersebut. Salah satu netizen menyarankan Malaysia untuk ‘menaturalisasi’ tokoh berpengaruh dari Indonesia, Erick Thohir, dengan kekuatan "jabat tanganku."

“Yg perlu mereka naturalisasi itu ya Erick Thohir dengan kekuatan “jabat tanganku,” tulis salah satu netizen.

Candaan tersebut langsung menjadi viral dan mendapat tanggapan yang beragam di kolom komentar. Erick Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, dikenal memiliki pengaruh besar di dunia sepak bola dan diplomasi olahraga, sehingga netizen Indonesia mengaitkan situasi ini dengan gaya kepemimpinannya yang dinilai sukses.

Bagi FAM, penolakan ini tentu menjadi pukulan telak. Mereka harus mencari alternatif lain untuk memperkuat skuad Timnas Malaysia setelah harapan terhadap Deijl pupus. Meski demikian, naturalisasi pemain tetap menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh federasi untuk meningkatkan performa tim nasional.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore