Selebrasi Ragnar Oratmangoen berhasil cetak gol untuk Timnas Indonesia kontra Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @timnasindonesia)
JawaPos.com — Timnas Indonesia kembali menorehkan cerita membanggakan setelah sukses menahan imbang Arab Saudi 1-1 dalam laga perdana putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasil tersebut memberikan angin segar bagi pasukan Garuda yang akan menghadapi salah satu raksasa sepak bola lainnya, yakni Australia, dalam lanjutan pertandingan Grup C pada Selasa, 9 September 2024.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini menjadi laga penting yang wajib disaksikan oleh seluruh pecinta sepak bola Tanah Air. Tim asuhan Shin Tae-yong akan berusaha memaksimalkan momentum hasil imbang melawan Arab Saudi dan menghadapi tantangan berat dari tim Australia yang dikenal kuat di zona Asia.
Timnas Indonesia tergabung di Grup C pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Grup ini dikenal sebagai salah satu grup neraka, mengingat nama-nama besar yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia. Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China adalah tim-tim tangguh yang akan dihadapi oleh anak-anak asuhan Shin Tae-yong dalam perjalanan mereka menuju putaran final Piala Dunia 2026.
Namun, meski berada dalam grup berat, Timnas Indonesia menunjukkan tekad kuat untuk bersaing. Di laga perdana, mereka sukses mencuri poin dari Arab Saudi, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dominan di sepak bola Asia. Ragnar Oratmangoen menjadi pahlawan Indonesia setelah mencetak gol penting pada menit ke-19. Meski Arab Saudi berhasil menyamakan kedudukan di akhir babak pertama, hasil akhir 1-1 sudah cukup untuk membuktikan bahwa Timnas Indonesia bukan lawan yang bisa dianggap enteng.
Kini, fokus Timnas Indonesia beralih ke laga berikutnya, di mana mereka akan menghadapi Australia yang dikenal memiliki kualitas pemain yang berlaga di kompetisi Eropa. Laga ini akan menjadi ujian nyata bagi Timnas Indonesia, terutama dalam hal konsistensi permainan dan mentalitas bertanding.
Secara historis, Australia memang menjadi lawan yang sulit bagi Timnas Indonesia. Kedua tim terakhir kali bertemu di ajang resmi pada Piala Asia 2024, di mana Australia keluar sebagai pemenang dengan skor 4-0. Namun, kali ini, dengan perkembangan yang dialami Timnas Timnas indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong, ada optimisme bahwa Indonesia bisa memberikan perlawanan sengit.
Australia sendiri datang ke laga ini dengan modal kemenangan atas China di laga perdana mereka di Grup C. Dengan lini serang yang kuat dan permainan fisik yang khas, Tim Kanguru akan mencoba meraih kemenangan kedua untuk memperkuat posisi mereka di klasemen sementara grup. Sementara itu, Timnas Indonesia harus bisa memanfaatkan dukungan penuh dari suporter di SUGBK untuk menekan Australia dan mencuri poin lagi di kandang sendiri.
Pelatih Shin Tae-yong diperkirakan akan kembali mengandalkan beberapa pemain kunci yang tampil apik saat melawan Arab Saudi. Ragnar Oratmangoen, yang mencetak gol penting di laga sebelumnya, diharapkan kembali memberikan performa terbaiknya. Bersama dengan Witan Sulaeman, Marselino Ferdinan, dan pemain naturalisasi seperti Jay Idzes dan Calvin Verdonk, Timnas Indonesia akan berusaha mengimbangi kecepatan dan kekuatan fisik pemain Australia.
Di lini pertahanan, Maarten Paes yang tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial saat menghadapi Arab Saudi juga akan menjadi sosok penting untuk menjaga gawang Timnas Indonesia dari kebobolan. Sedangkan lini tengah yang digalang oleh Thom Haye dan Ivar Jenner harus mampu memutus alur serangan cepat Australia yang sering kali memanfaatkan kelengahan lawan.
Australia dikenal memiliki pemain-pemain yang kuat secara fisik dan cepat dalam transisi permainan. Oleh karena itu, Timnas Indonesia perlu bermain disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat yang menjadi andalan mereka selama ini. Kombinasi pemain muda berbakat dan pemain naturalisasi diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia tampil lebih agresif, terutama di depan ribuan pendukung sendiri.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
