
Penyerang Liverpool Luis Diaz (kiri) berebut bola udara dengan bek Cardiff City Oliver Denham dalam pertandingan putaran keempat Piala FA di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (6/2). Peter Powell/Reuters/Antara
JawaPos.com – Rekrutan Liverpool FC (LFC) di bursa transfer musim dingin, Luis Diaz, sudah berkontribusi tiga gol dan satu umpan gol.
Statistik itu dicatatkan dalam 13 penampilannya bersama LFC di berbagai ajang.
Soal performa Diaz tersebut, tactician Manchester City Pep Guardiola sudah punya cara meredamnya. Toh, musim lalu City sudah jumpa dengan pemain asal Barrancas, Kolombia, itu ketika berkostum FC Porto.
Lucho –julukan Diaz– membobol gawang Ederson dengan aksi solo run ketika City bersua FC Porto pada matchday pertama fase grup Liga Champions musim lalu. Pada akhir laga, City menekuk FC Porto dengan skor 3-1.
Kini, 1,5 tahun berlalu, Diaz kembali berjumpa Kevin De Bruyne dkk di Etihad Stadium malam ini (10/4) dengan kostum yang berbeda (siaran langsung SCTV/Mola TV pukul 22.30 WIB).
Nah, mantan penyerang LFC yang kini jadi pandit BT Sport Michael Owen menyebut kejutan dari Diaz bisa merepotkan City.
’’Dengan melihat cara Jurgen Klopp (pelatih LFC, Red) melakukan pergantian pemain, aku pikir mungkin Diaz tidak dibangkucadangkan,” ucap Owen.
’’Sebaliknya, dia sangat mungkin langsung memberi ancaman sejak awal laga,’’ lanjut Owen.
Tengah pekan ini, Diaz sudah membuat emosi fans SL Benfica saat dia jadi kunci di balik kemenangan 3-1 LFC di Estadio da Luz, Lisbon.
Pemain 25 tahun tersebut sukses menciptakan satu gol plus satu umpan gol. ’’Ini tanpa mengecilkan peran ketiga pemain lain (Sadio Mane, Mo Salah, dan Diogo Jota, Red),’’ terang Owen.
Yang pasti, Diaz disebut ’’paket kejutan’’ yang siap dimainkan Klopp saat bertemu City musim ini. Sejak dibeli senilai GBP 37,5 juta (Rp 700 miliar) di bursa transfer Januari, baru malam ini dia dimainkan kontra City.
Pemain baru LFC lainnya, Ibrahima Konate, juga hanya duduk manis di bench saat The Reds –julukan LFC– diimbangi City dengan skor 2-2 di Anfield Stadium pada matchweek ketujuh (3/10).
Sebaliknya, rekrutan baru City Jack Grealish masih jadi bulan-bulanan hujatan dengan permainannya yang dianggap tak sepadan dengan banderolnya.
Itu dikaitkan dengan nilai transfer Grealish yang mencapai GBP 100 juta (Rp 1,87 triliun).
Ketiga pemain yang datang ketika persaingan City-LFC sudah seperti ucapan Pep, El Clasico-nya Inggris.
Ketiganya berpotensi jadi pembeda kekuatan dua tim pesaing ketat gelar juara Premier League musim ini tersebut jika dibandingkan dengan musim lalu.
Momennya pun tepat, laga ini bisa jadi penentu leluasanya City berlari mendekati gelar juara Premier League musim ini.
Grealish jadi tambahan kekuatan di trio lini depan City bersama Phil Foden dan Raheem Sterling. Sedangkan Diaz bisa jadi senjata rahasia Kloppo –sapaan akrab Klopp– di antara trisula LFC dengan Mo Salah dan Sadio Mane.
Mantan pemain City Joleon Lescott menyebut peran fullback bisa menentukan. Salah satunya fullback kanan City Kyle Walker.
Ketika Diaz mengagetkan City musim lalu, Walker gagal mengantisipasi penetrasinya.
’’Dia (Walker) mungkin berkata, ’Hei Mane, Jota, Diaz, jika salah satu dari kalian mendekatiku, aku akan memakanmu’,’’ kata mantan striker Aston Villa dan timnas Inggris Gabriel Agbonlahor kepada talkSPORT.
Agbonlahor yakin kemampuan Walker bisa melimitasi pemain-pemain dengan kelebihan seperti Diaz, Salah, dan Mane. ’’(Kylian) Mbappe dan Neymar saja tak mampu menembusnya,’’ sambung Agbonlahor.
Tapi, Klopp sama sekali tak menganggap rekor dan upaya Pep membuat anak asuhnya tak berkutik di Etihad ini sebagai tekanan.
Klopp dalam konferensi pers mengatakan bahwa Pep adalah pelatih terbaik di dunia. Dan City pun merupakan sekumpulan individu dengan talenta terbaik dunia.
’’Kalaupun kami menang lawan City dan saya rasa ini merupakan pekerjaan yang luar biasa sulit, tak ada yang berpikir perburuan titel juara sudah kami menangi,” kata Klopp dikutip The Guardian.
Sementara itu, Pep menyebutkan bahwa kemampuan Klopp mengelola performa LFC sejak Oktober 2015 patut diberi apresiasi tinggi.
’’Baik City ataupun Liverpool membuktikan konsistensi bertahun-tahun dalam membangun sebuah tim. Dan ini bukan satu-satunya laga penentu juara,” tutur Pep.
City untuk sementara unggul satu poin atas LFC (73-72) hingga matchweek ke-32.