
Harry Maguire (kiri) akan dijual Manchester United setelah ban kaptennya dilucuti Erik Ten Hag.
JawaPos.com – Bek Manchester United, Harry Maguire, mengungkapkan bahwa dia bukanlah alasan kegagalan kepindahannya ke West Ham United di musim panas.
The Hammers tertarik untuk mengontrak Maguire musim panas ini, dengan Pelatih David Moyes ingin menambahkan pemain baru ke opsi pertahanan tengahnya.
Namun, kesepakatan itu tidak terjadi dan West Ham menarik diri dari perundingan. The Guardian mengklaim bahwa The Hammers sudah 'bosan' menunggu Maguire menyelesaikan kepergiannya dari Man United, di tengah laporan bahwa bek Inggris itu menginginkan bayaran untuk meninggalkan klub.
West Ham akhirnya mencari tempat lain, dan mengontrak mantan bek Arsenal Konstantinos Mavropanos dari Stuttgart. Pemain baru Edson Alvarez, meskipun pada dasarnya adalah seorang gelandang bertahan, juga bisa bermain sebagai bek tengah.
Sementara Maguire memilih bertahan di Man United, namun dirinya masih kesulitan mendapatkan menit bermain musim ini di bawah Pelatih Erik ten Hag.
Sang bek baru tampil sebagai starter dalam satu pertandingan – saat menang 2-1 atas Brentford pada akhir pekan lalu. Dia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di lapangan Old Trafford.
Maguire juga mempertahankan tempatnya di timnas Inggris di bawah asuhan Gareth Southgate.
Sekarang, menjelang pertandingan persahabatan internasional Inggris melawan Australia pada Jumat (13/10), Maguire membuka alasan mengapa kepindahannya ke West Ham gagal – dan mengatakan itu karena keadaan di luar kendalinya.
“Waktu bermain yang teratur sangat penting bagi saya, itu telah terjadi sepanjang karier saya,” ujarnya dikutip Metro.
“Peluang sebenarnya untuk pergi ke West Ham tidak benar-benar disepakati antara kedua klub dan saya sendiri, jadi ini bukan hanya kesempatan saya untuk mengatakan ‘ya’ dan saya akan pergi.”
"Peluang sebenarnya tidak ada karena kami belum mampu mencapainya. West Ham adalah klub besar, dan fokus saya masih pada Manchester United. Saya ingin memperjuangkan tempat saya, tapi tentu saja permainan waktu sangat penting bagiku."

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
