Pemain Portugal merayakan gol bek Goncalo Inacio (tiga dari kanan) dalam kemenangan sembilan gol tanpa balas atas Luksemburg di Estadio Algarve, Faro/Loule, kemarin.
JawaPos.com – Pelatih Roberto Martinez berhasil menghapus istilah ’’dependente de Ronaldo” dalam penampilan timnas Portugal. Selecao das Quinas –sebutan timnas Portugal–terbukti bisa bersenang-senang ketika Cristiano Ronaldo, kapten sekaligus top scorer sepanjang masa mereka, absen.
Seperti saat Portugal melibas Luksemburg sembilan gol tanpa balas dalam matchday keenam grup J kualifikasi Euro 2024 di Estadio Algarve, Faro/Loule, kemarin (12/9). Tidak ada nama Ronaldo dalam komposisi pemain pilihan Martinez karena pemilik inisial CR7 itu menjalani akumulasi kartu.
Tanpa Ronaldo, produktivitas Bruno Fernandes dkk pun lebih merata. Brace (dua gol dalam satu laga) diciptakan oleh tiga pemain dari tiga posisi berbeda. Masing-masing bek Goncalo Inacio serta striker Diogo Jota dan Goncalo Ramos. Tiga gol lainnya kontribusi dari winger Ricardo Horta, Fernandes (gelandang), dan Joao Felix (striker).
Dalam sejarah Portugal, 9-0 merupakan kemenangan terbesar yang pernah ditorehkan juara Euro 2016 tersebut. Mengungguli skor kemenangan 8-0 Selecao das Quinas atas Kuwait dalam uji coba internasional di Estadio Dr Magalhaes Pessoa, Leiria, dua dekade silam.
Ketika ditanya apakah Portugal bermain lebih bagus tanpa Ronaldo, Martinez memiliki jawaban tersendiri. ”Dia adalah bagian yang sangat penting dari tim ini. Kami tidak perlu membuat keraguan atau perbandingan. Tim ini siap menang tanpa Cristiano (Ronaldo) juga,” tutur pelatih berkebangsaan Spanyol itu kepada O Jogo.
Kemarin memang kali pertama Ronaldo absen dalam kualifikasi Euro 2024. Dari lima laga sebelumnya, Portugal selalu menang dengan Ronaldo berkontribusi 5 gol dari 15 gol Portugal. ”Tim ini perlu memberikan kesempatan kepada (Goncalo) Ramos dan (Diogo) Jota. Keduanya telah menunjukkannya dalam laga ini. (Joao) Felix juga membuat perbedaan karena bakat alaminya,” imbuh Martinez.
Kepada RTP, Jota menyebut Martinez memang telah menyiapkan game plan tanpa CR7. Menyiapkan Portugal yang tetap produktif di depan gawang lawan meski tanpa pencetak 123 gol untuk Selecao das Quinas tersebut.
”Kami di awal era baru, kami sedang menyerap ide-ide dari pelatih. Kami mungkin telah merancang permainan yang jadi referensi untuk masa depan,’’ tutur striker aktif terproduktif kedua (12 gol) di Portugal setelah Ronaldo itu.
Di sisi lain, meski menang atas Luksemburg atau sempurna dalam enam laga (18 poin), Portugal masih belum merebut tiket lolos ke putaran final Euro 2024 dari grup J. Sebab, Slovakia menang 3-0 atas Liechtenstein dalam laga lainnya. Slovakia pula yang jadi lawan Portugal di laga berikutnya. Tepatnya di Estadio do Dragao, Porto, pada 14 Oktober mendatang.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
