Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Agustus 2023 | 14.35 WIB

Berciuman dengan Jenni Hermoso, Luis Rubiales Tolak Mundur sebagai Presiden RFEF

: Luis Rubiales menantang dalam pidatonya yang eksplosif di mana dia menolak mengundurkan diri sebagai presiden FA Spanyol. Foto oleh Maja Hitij - FIFA/FIFA melalui Getty Images - Image

: Luis Rubiales menantang dalam pidatonya yang eksplosif di mana dia menolak mengundurkan diri sebagai presiden FA Spanyol. Foto oleh Maja Hitij - FIFA/FIFA melalui Getty Images

JawaPos.com - Luis Rubiales baru-baru ini menjadi sorotan usai tertangkap kamera dengan berciuman dengan pemain Timnas Wanita Spanyol, Jenni Hermoso.

Usai kejadian tak senonoh itu, Luis Rubiales didesak mundur sebagai presiden federasi sepakbola Spanyol (RFEF) oleh banyak pihak. Akan tetapi, ia menolak mundur sebagai presiden RFEF pada Jum’at (25/8).

Rubiales secara mengejutkan umumkan langkah mengejutkan itu, setelah tersebar luas laporan bahwa dia berencana untuk berhenti. Dalam pidatonya dimana dia seolah membenarkan perilakunya tersebut, dan mengecam para kritikus, dalam pertemuan luar biasa majelis umum federasi.

Presiden dewan olahraga Spanyol (CSD) dan Sekretaris Negara untuk Olahraga, Victor Francos, kemudian mengonfirmasi bahwa CSD akan mengambil tindakan terhadap Rubiales, membawa kasus tersebut ke Pengadilan Olahraga Administratif Spanyol.

“Apakah menurut Anda [insiden] ini begitu serius sehingga saya harus pergi, setelah manajemen terbaik dalam sejarah sepak bola Spanyol?" ujar Rubiales sebagaimana yang JawaPos.com lansir ESPN pada Jumat (25/8).

“Izinkan saya memberi tahu Anda: Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya tidak akan mengundurkan diri,” sambungnya.

“Saya mendapat banyak tekanan. Mungkin seseorang akan berusaha memecat saya pada hari Senin. Tapi kita hidup di negara hukum. Apakah ciuman suka sama suka cukup untuk menyingkirkan saya? Saya akan berjuang sampai akhir. Saya berharap hukum dipatuhi, dan karena tidak ada alasan untuk [menyingkirkan saya], hal itu tidak akan terjadi,” imbuhnya.

Rubiales menceritakan panjang lebar tindakannya menyusul kemenangan Spanyol di final Piala Dunia Wanita, termasuk memegang selangkangannya segera setelah kemenangan tersebut, dan ciuman yang tidak diminta di bibir Hermoso saat upacara penyerahan medali.

“Di saat euforia, saya meraih bagian tubuh saya itu," kata pria berusia 46 tahun itu.

“Saya sedang melihat [pelatih] Jorge Vilda. Banyak hal yang telah kita lewati tahun ini. Orang-orang ingin melakukan hal yang sama terhadap [Vilda] seperti yang dilakukan orang-orang terhadap saya, dengan narasi yang salah. Kami telah banyak menderita. Saya menjadi sangat emosional dan kehilangan kendali. ...Saya harus meminta maaf kepada Ratu, Infanta, dan Keluarga Kerajaan. Permintaan maafku yang tulus,” tuturnya.

Namun Rubiales yang terpilih sebagai presiden RFEF pada tahun 2018, tidak mau menerima kesalahan apa pun terkait ciuman tersebut.

"Keinginan saya saat itu sama persis seperti jika saya mencium salah satu putri saya," kata Rubiales.

“Tidak lebih atau kurang. Semua orang memahami hal itu. Itu adalah ciuman spontan, saling menguntungkan, euforia, dan suka sama suka. Itu kuncinya,” katanya lagi.

“[Hermoso] gagal mengeksekusi penalti. Saya memiliki hubungan baik dengan semua pemain. ... Saat Jenni tiba, dia mengangkatku dari tanah. Kami hampir terjatuh. Kami berpelukan. Saya berkata, 'Lupakan penaltinya, Anda tampil fantastis, kami tidak akan memenangkan Piala Dunia tanpa Anda.' Dia berkata: 'Kamu hebat.' Saya berkata, 'Ciuman?' dan dia berkata: 'Ya’,” jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore