
Seiring belum meredanya wabah Covid-19, Boby Ari Setiawan menjadi salah satu seniman tari yang menyelenggarakan kelas online. (Dok. Boby Ari Setiawan for Jawa Pos)
JawaPos.com – Olah tubuh adalah syarat mutlak yang mesti dijalani para seniman tari. Tanpa itu, tubuh mereka tidak akan ada bedanya dengan milik orang-orang yang bukan penari. Seiring wabah Covid-19 yang belum mereda, sejumlah seniman tari berinisiatif membuka kelas tubuh bagi publik yang diselenggarakan daring. Sambil menjaga tubuh tetap segar, mereka berbagi ilmu kepada publik. Salah satu seniman tari yang menyelenggarakan kelas semacam itu adalah Boby Ari Setiawan. Penari dan koreografer yang kenyang menjajal panggung-panggung di dalam dan luar negeri itu menyelenggarakan kelas olah tubuh secara online sepekan tiga kali. Pada pelaksanaannya, kelas yang Boby kelola memanfaatkan Zoom.
Mereka yang tertarik mengikutinya dapat mendaftarkan diri melalui akun Instagram Boby. “Kelas ini bukan kelas tari,” kata Boby. Materi yang disampaikan Boby tidak berkaitan dengan bagaimana menyusun koreografi tubuh untuk menari. Sesuai judulnya, materi yang disampaikan Boby kepada peserta terfokus pada bagaimana cara mengolah tubuh agar tetap bugar sekaligus lentur berujung sehat. Sama sekali bukan bertujuan menghasilkan koreografi tari yang menimbang hal-hal artistik.
Pada tiap pertemuan, Boby menyuguhkan materi yang tak sama. Peserta dapat merasakan bagaimana mengolah tubuh melalui teknik-teknik Yoga, Tai Chi, hingga bentuk-bentuk olah tubuh dari khazanah tari modern barat. Cerapan Boby dari berbagai workshop tubuh di berbagai negara menjadi sumber utama yang diberikan kepada peserta. “Membagikan pengalaman ketubuhan, termasuk improvisasi gerak, yang saya dapat kepada peserta menjadi materi tiap pertemuan,” katanya.
Hal serupa dilakukan oleh Siko Setyanto. Bedanya, Siko tidak hanya mengenalkan olah tubuh semata. Lewat program berjudul Kelas Tari Online, Siko juga memberikan dasar-dasar pola olah tubuh yang dapat menyusun sebuah gerak tari. Siko dan Boby adalah dua seniman tari Indonesia yang sama-sama menimba ilmu di Solo. Boby mendapat pengetahuan di kampus Institut Seni Indonesia (ISI), sementara Siko adalah jebolan Sanggar Tari Maniratari pimpinan Wied Senja. Mereka banyak terlibat dalam karya-karya seniman tari dari luar maupun dalam negeri. Mengikuti kelas daring mereka sudah tentu akan berbuah kebugaran badan sekaligus kesegaran pengetahuan tentang kait mengait antara tubuh dan tari dari beragam perspektif. (tir)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
