
Pelukis Indonesia Yos Suprapto kembali memamerkan hasil sapuan tangannya lewat Kebangkitan : Tanah untuk Kedaulatan Pangan 2024.(Nurul Adriyana)
JawaPos.com – Pelukis Indonesia Yos Suprapto kembali memamerkan hasil sapuan tangannya lewat Kebangkitan : Tanah untuk Kedaulatan Pangan 2024. Tetap membawa kegelisahan masalah sosial hingga lingkungan dalam karya lukisannya, Yos menonjolkan estika khas berupa garis dan warna yang menjadi ciri khas sangat provokatif.
Dalam konferensi pers baru-baru ini, Yos Suprapto mengungkapkan, lukisan berawal dari keadaan logistik pangan bangsa yang dikuasai kekuasaan asing. Bangsa yang mudah didikte dengan kekuataan asing. Hasil dari produk pertanian yang makin berkurang, sementara jumlah penduduk bertambah.
“Ada apa dengan logistik pangan kita? Ketika lihat itu saya tertarik untuk membangun kesadaran di era ini,” ujar Yos.
Baca Juga: 4 Shio Pewaris Dewi Uang: Rezeki Berlimpah Ruah dan Duit Akan Terus Mengalir Sampai Anak Cucu
Lewat karya lukisannya, Yos Suprapto menampilkan kebolehannya mengolah figurasi realis yang berakar pada tradisi realisme sosial a la Diego Rivera dan Taring Padi dengan simbolisme surealistik yang mengingatkan pada sapuan kuas para perupa Jogja era 1980-an. Dalam lukisan-lukisannya, komentar dan kritik sosial dihadirkan dalam bahasa simbolisme.
Lalu permainan garis dan warna yang provokatif khas Yos juga terlihat. Seperti warna hitam, merah, nuansa biru, aneka hijau, coklat, kuning, ungu, jingga, dan putih. Warna-warna tersebut ditampilkan dengan daya visual yang kuat dan keras sifatnya, bersanding satu sama lain yang tampil sebagai komposisi yang tidak halus atau lembut, seperti ada ketegangan. Ada tema sosial, politik, budaya, ekologi, kemanusiaan, semacam komponen-komponen utama dalam kehidupan di negeri ini.
Lewat lukisan-lukisan Kebangkitan : Tanah untuk Kedaulatan Pangan 2024, Yos ingin menghadirkan sebuah narasi visual. Layaknya cerita novel mengalir dalam bentuk sapuan warna yang mengundang imajinasi untuk sebuah kisah. Lukisan Yos Suprapto dalam pameran kali ini kuat menyarankan adanya cerita.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Galeri Nasional Jarot Mahendra, mengungkapkan, pameran ini memberi awal kesadaran budaya kemandirian agraris tumbuh Kembali. Tentunya pameran Yos Suprapto kali ini menjadi stimulus kemandirian budaya baru agraris. Harapan inilah yang tergambar dalam seri lukisan berjudul ‘Kebangkitan’ yang sekaligus juga menjadi tajuk pamerannya.
“Yos seperti mau menunjukkan kekuatan budaya Agraris bangsa kita sebagai harapan masa depan kemandirian pangan. Pandangan ini bisa dibenarkan lewat sejarah,” ujar Jarot.
Dalam rekam jejak pamerannya, Yos tidak pernah lepas dari masalah social. Pada 1994, ia mengangkat isu lingkungan dalam pameran tunggalnya bertajuk ‘Bersatu Dengan Alam’ di Taman Ismail Marzuki. Pada 2001, ia kembali meng- gelar pameran tunggal bertema ‘Barbarisme: Perjalanan Anak Bangsa’ di Galeri Nasional yang melontar- kan kritik atas budaya kekerasaan dalam realitas kebangsaan kontemporer.
Pada 2005, ia kembali mengangkat isu sosial, kali ini dalam bentuk kritik atas korupsi di lingkungan elit birokrasi, melalui pameran tunggal bertajuk ‘Republik Udang’ di Tembi Gallery, Yogyakarta. Selain itu, ia terlibat pula dalam pameran bersama yang mengangkat isu-isu sosial seperti pameran ‘Mata Hati Demokrasi’ di Taman Budaya Sura- karta di tahun 2002. Pada 2017 Yos mengangkat evaluasi mendalam perjanan budaya bangsa terutama budaya maritime yakni ‘Arus Balik Cakrawala’ dipamerkan di Galeri Nasional.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
