
LOKALITAS: Perupa Indarto Agung Sukmono mengahadirkan 32 lukisan tentang beragam aktivitas masyarakat Kota Kudus. Pameran bertajuk Ruh Kudus ini berlangsung di Ruang Garasi, Jakarta, sampai 2 Oktober.
Setiap kota pasti memiliki "jiwa". "Jiwa" kota nan dinamis itulah yang kemudian membedakannya dengan kota yang lain. Dan itulah yang direkam perupa Indarto Agung Sukmono dalam pameran tunggalnya di Ruang Garasi, Jakarta, kali ini.
MENGENAKAN topi senada, setelan pakaian senyamannya, para ibu tampak riuh bercakap akrab. Bergerombol sepulang kerja di luar pabrik, mereka seolah merayakan waktu pulang. Di bagian lain, sebuah menara masjid kuno dengan tampilan tembok bata tanpa dipoles semen berdiri tegak dari kejauhan. Berpadu dengan deretan toko yang sesak menjual aneka dagangan khas arena masjid kuno. Peci, tasbih, dan sarung.
Semuanya terlukis dalam satu warna sederhana. Meski tak warna-warni, goresan detail membuat puluhan karya yang terlindung di balik pigura itu menjadi realistis. ’’Harus selalu ditutup (pigura). Karena kalau tidak, warnanya akan rusak,’’ terang Indarto Agung Sukmono Jumat (20/9) lalu pada pembukaan pameran tunggalnya bertajuk Ruh Kudus di Ruang Garasi, Jakarta.
Penggunaan bolpoin dan drawing pen yang mendominasi dalam pameran Indarto menjadikannya ’’rentan’’. Warnanya tinta gampang pudar jika terkena suhu luar ruangan. Pun tak bisa berlama-lama terkena sinar lampu. Untuk itu, Indarto sering menyimpan karyanya dalam kotak gelap untuk menghindari kerusakan karya.
Terbentang dari 2009 hingga 2024, 32 lukisan Indarto itu menggambarkan nukilan perubahan di Kota Kudus. Yang membentang panjang dan terus berubah sepanjang waktu. Itu dia gambarkan dari sisi dua bangunan yang sedang berubah. Satu bangunan lawas dengan tembok yang mulai gompal. Satu bangunan lagi sedang proses pembangunan. Beberapa lukisan tentang potret bangunan lawas yang direkam dalam karya Indarto kini sudah lesap.
Ada juga empat lukisan dengan gambar orang-orang bekerja di Kudus. Ada yang sedang membuat gula, bekerja di pabrik, hingga pekerjaan di industri kecil. ”Sebenarnya, Kudus itu diwarnai oleh industri-industri kecil seperti ini. Jumlahnya banyak,’’ kata pria yang memilih tinggal Kudus sejak 1994 itu.
Sari Koeswoyo pun Kecele
TOSAN AJI: Salah satu karya Indarto Agung Sukmono berjudul Suasana Pasar. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
Kurator pameran Yaksa Agus mengatakan, Indarto telah mampu secara cukup lengkap menggambarkan kehidupan Kota Kudus. Yang dikenal dengan julukan Kota Kretek, Kota Santri, sampai Kota Jenang. ”Mungkin yang belum (ada julukannya) tinggal kota badminton,’’ katanya dalam pembukaan pameran dengan nada bercanda.
Sebagai seniman berjuluk ”Penakluk Bolpoin’’, Indarto dianggap telah mampu menggoreskan Kota Kudus dengan rasa cinta. Termasuk merespons perubahan yang terjadi dengan perasaan mendalam. Yang ketika dicermati oleh orang-orang yang pernah atau tinggal di Kudus bakal membangkitkan memori mereka.
Mantan penyanyi cilik Sari Koeswoyo yang hadir dalam acara tersebut punya perspektif lain atas karya Indarto. Awalnya, dia mengira pameran Ruh Kudus itu sebagai karya spiritual Yang Agung. Namun, setelah menengok karya-karya tersebut, dia menyebut pameran itu sebagai roh Kota Kudus yang terekam oleh pribadi warganya. ”Semacam Mas Indarto mengenal dan memahami Kota Kudus itu sendiri,’’ celetuknya. (elo/c6/dra)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
