
GAYA DEKORATIF: Paulina Soesri sedang merampungkan lukisan berjudul Sukacita saat dijumpai di rumahnya. (CHARINA NARIETASARI/JAWA POS)
JawaPos.com - Sebagian besar lukisan Paulina Soesri tak lepas dari objek burung gereja dan bunga mawar. Bagi dia, melihat burung gereja yang selalu berkerumun ketika terbang ke mana pun adalah hal yang menyenangkan. ’’Bikin ramai suasana, enak dipandang,’’ tutur perempuan asli Cepu itu saat ditemui di rumahnya di kawasan Sidoarjo beberapa waktu lalu.
Begitu pun bunga mawar yang menurut Paulina selalu indah dan tak lekang oleh waktu. ’’Makanya, banyak lukisan saya yang terinspirasi dari dua objek tersebut,’’ lanjutnya. Contohnya, lukisan berjudul Sukacita yang sedang dirampungkan Paulina.
Di atas kanvas berukuran 150 x 100 sentimeter, tampak tujuh burung gereja terbang bebas menikmati alam. Burung-burung tersebut hinggap di puluhan bunga mawar kuning. ’’Lukisan ini menceritakan kebebasan hidup di alam. Merdeka tidak ada kekangan, bahagia melihatnya,’’ tutur Paulina. Dalam gambar tersebut, dia menganut unsur dekoratif.
Paulina yang saat ini berprofesi guru seni rupa di SMA Katolik St Louis 1 menerangkan, aliran dekoratif memiliki kecenderungan kuat untuk menghias sehingga bisa menimbulkan nilai tambah dalam sebuah lukisan. ’’Misalnya, saat saya gambar daun, tidak sekadar gambar daun yang biasa. Tapi, saya tata dan tambahkan beberapa ornamen agar lebih indah,’’ urainya.
Inspirasi ibu satu anak tersebut dalam bermain cat air di kanvas juga berasal dari berbagai sumber. Ada yang dari foto, ada juga yang dari imajinasi. Namun, khusus gambar bunga, Paulina selalu melukis dari bunga yang pernah dipegangnya. ’’Kebetulan saya suka merangkai bunga. Jadi, bunga yang sudah saya pegang biasanya langsung saya pelajari anatominya untuk dilukis,’’ kata perempuan kelahiran 1968 itu.
Dalam waktu dekat, Paulina mengikuti pameran tahunan di Bali. Temanya natural. Rencananya, dia membawa sebuah lukisan perempuan Bali yang sedang menata sesaji. Dikelilingi lingkungan yang nyaman dan banyak burung beterbangan. ’’Sekarang masih saya sketching,’’ ujar alumnus IKIP Semarang tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
