Praktisi Seni, Rudy Harjanto bersama dengan lukisan yang dipamerkan di Galeri Seni Lorong Senja. (Istimewa)
JawaPos.com - Ruang-ruang pamer seni rupa di berbagai kota Indonesia kini kembali terasa hidup. Bahkan, sejumlah pameran besar seperti ARTJOG 2025 di Yogyakarta dan ARTSUBS 2025 di Surabaya dipadati pengunjung, sekaligus menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap karya seni kontemporer setelah sempat lesu di masa pandemi.
Bagi banyak orang, pameran seni bukan lagi sekadar tempat melihat lukisan atau instalasi, melainkan ruang pertemuan sosial dan budaya. Di sana, cerita dan ide bertukar, generasi berbaur, dan seni menjadi bahasa yang mempersatukan, sekaligus menandai bahwa apresiasi publik terhadap karya rupa semakin tumbuh.
Kali ini pula, Bandung mendapatkan kesempatan melalui Galeri Seni Lorong Senja demi ikut membuat pameran seni rupa terasa hidup. Mereka mengadakan pameran seni rupa bertajuk “Idiosinkrasi” yang berlangsung mulai 1 September hingga 1 November 2025.
Menariknya, pameran ini mempertemukan delapan seniman Bandung bersama Rudy Harjanto, staf pengajar LSPR Institut Komunikasi dan Bisnis Jakarta, dalam satu ruang apresiasi seni yang kaya warna dan makna. Di sisi lain, pameran dikuratori oleh Lutfa Mahmuda.
Melalui pertemuan seni ini pula, masyarakat diajak untuk tak hanya menikmati keberagaman ekspresi visual, tetapi juga merefleksikan makna komunikasi, kerendahan hati, dan keberanian dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap karya menghadirkan ciri khas berbeda, namun justru dalam keberbedaan itulah terbangun percakapan visual yang kaya,” ujar kurator Lutfa Mahmuda dalam keterangannya, Minggu (7/9).
Pameran seni bertema idiosinkrasi atau kekhasan individu menampilkan bagaimana perbedaan cara pandang dan ekspresi artistik bisa menghasilkan harmoni visual.
Pameran ini pun melibatkan seniman Dede Priana, Supriatna, Gustiyan Rachmadi, Andy Sopiandi, Tondy Hasibuan, Moya Kamaruddin, dan Tsabita Aqlimah. Selain itu, hadir pula Rudy Harjanto yang mewakili akademisi sekaligus praktisi seni.
Rudy Harjanto akan menampilkan tiga lukisan karyanya, yaitu Naga, Hibiscus, dan Sunflower. Ketiga lukisan ini didominasi oleh warna-warna cerah yang melambangkan kerendahan hati dalam menerima perbedaan serta keberanian dalam menyampaikan pendapat.
Menurut Rudy, seni adalah bentuk komunikasi yang tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga menciptakan dialog antar individu. Dirinya sendiri menghubungkan karyanya dengan pemikiran sosiolog Jerman Niklas Luhmann yang menekankan pentingnya komunikasi dalam menyelaraskan perbedaan pandangan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
