BERSIH-BERSIH Sambil menenteng sapu, Jokowi menginjak tikus. Sigit menggambarkan kepala pemerintahan yang suka kebersihan. -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya apresiasi seni yang tinggi terhadap karya anak-anak bangsa. Zamrud Setya Negara dan F. Sigit Santoso termasuk yang beruntung. Lebih dari satu kali, pemimpin 62 tahun itu melirik karya dua pelukis tersebut.
F. SIGIT SANTOSO mungkin pelukis yang paling banyak mengeksplorasi sosok Jokowi. Bahkan, dia sampai sudah tidak ingat lagi berapa kali persisnya dia menjadikan Jokowi sebagai inspirasi karyanya. ”Saya eksplorasi sosok Jokowi sepuluh kali. Eh, apa sebelas ya,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos beberapa waktu lalu.
Sigit memang memiliki irisan pertemanan dengan Jokowi. Lelaki kelahiran Ngawi itu tumbuh besar di Solo. Masa-masa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dia habiskan di Kota Batik tersebut. ”Saya juga berkawan dengan F.X. Hadi Rudyatmo, wali kota Solo setelah Jokowi,” jelasnya.
Dia mengatakan bahwa dirinya bukanlah spesialis pelukis potret atau tokoh. Tapi, dia memang punya ketertarikan pada ketokohan. ”Tapi, biasanya saya eksplorasi tokoh itu dengan alasan tertentu,” ujarnya.
Bila ada yang mengajukan permintaan melukis sosok tertentu, bukan berarti Sigit akan langsung menerimanya. Semua itu bergantung ketokohan dari sosok tersebut. ”Kalau sosoknya saya tidak sreg ya ditolak, liyane wae (silakan ke pelukis yang lain saja, Red),” paparnya.
Sigit ingat, kali pertama dia melukis potret adalah karena permintaan salah seorang sahabat karibnya, Butet Kartaredjasa. Butet minta dilukiskan Soekarno sedang merokok bersama Perdana Menteri (PM) Rusia Nikita Khrushchev. ”Tapi akhirnya figurnya diganti (Presiden AS Barack) Obama,” jelasnya.
Lukisan tokoh lain yang Sigit kreasikan adalah sosok Gus Dur. Dalam lukisan berjudul Moksa Menuju ke Surga itu, dia menggambarkan Gus Dur terbang di antara awan sambil bertelanjang dada. ”Kalau lukisan itu saya terinspirasi kejadian Gus Dur lengser. Yang hanya mengenakan kolor dan memakai kaus,” ungkapnya.
Kalau Jokowi, Sigit mengaku ada dua lukisan yang paling dia ingat. Yang pertama, lukisan berjudul Beri Aku Sapu. Lukisan itu menggambarkan Jokowi dengan pakaian khasnya kemeja putih dengan celana hitam. Jokowi digambarkan membawa sapu, menginjak seekor tikus besar, dan mencangking seekor tikus lain yang ukurannya lebih kecil.
PRO-KONTRA: Lukisan Sigit yang terinspirasi wajah njawani Pangeran Diponegoro ini kini menghiasi dinding rumah Butet Kartaredjasa. -
”Awalnya lukisan ini dikoleksi Butet, tapi ternyata malah dibeli Teten Masduki. Katanya untuk dipajang di kantornya,” ujar Sigit.
Lukisan lainnya berjudul Abdulrohim Jokowibowo Namaku. Lukisan itu fenomenal karena menggambarkan wajah Pangeran Diponegoro yang mirip Jokowi. Lukisan yang dibuat dalam rangka Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro di Jogja Gallery 2019 itu menggambarkan sang tokoh dengan tangan kanan menunjuk ke atas dan tangan kiri memegang keris.
”Saya lihat sketsa wajah terakhir Pangeran Diponegoro yang digurat prajurit Belanda Adrianus Johanes pada 1830. Wajahnya njawani,” paparnya. Ketika itulah, mendadak dalam benaknya muncul sosok Jokowi. ”Rupane Indonesia banget. Ketoke yo wis ngono kuwi wajahe (Wajahnya Indonesia sekali. Sepertinya ya seperti itulah wajahnya Pangeran Diponegoro, Red),” imbuh Sigit.
Sekarang lukisan yang sempat dianggap politis itu bertengger di dinding rumah Butet. Sejatinya banyak kolektor yang menginginkan lukisan tersebut. Bahkan, menawar dengan harga tinggi. Tapi, Butet tidak menjual lukisan itu. ”Ra arep didol, nek ra Jokowi dewe (Tidak akan saya jual kalau tidak dibeli sendiri oleh Jokowi, Red),” ujar Sigit menirukan pernyataan Butet. (idr/c17/hep)
---

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
