Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Oktober 2023 | 20.41 WIB

Sama-Sama Besar di Solo, Pelukis F. Sigit Santoso Eksplorasi Sosok Jokowi dalam Karyanya

BERSIH-BERSIH Sambil menenteng sapu, Jokowi menginjak tikus. Sigit menggambarkan kepala pemerintahan yang suka kebersihan. -

Cerita Seniman yang Karya-karyanya Menarik Perhatian Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya apresiasi seni yang tinggi terhadap karya anak-anak bangsa. Zamrud Setya Negara dan F. Sigit Santoso termasuk yang beruntung. Lebih dari satu kali, pemimpin 62 tahun itu melirik karya dua pelukis tersebut.

F. SIGIT SANTOSO mungkin pelukis yang paling banyak mengeksplorasi sosok Jokowi. Bahkan, dia sampai sudah tidak ingat lagi berapa kali persisnya dia menjadikan Jokowi sebagai inspirasi karyanya. ”Saya eksplorasi sosok Jokowi sepuluh kali. Eh, apa sebelas ya,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos beberapa waktu lalu.

Sigit memang memiliki irisan pertemanan dengan Jokowi. Lelaki kelahiran Ngawi itu tumbuh besar di Solo. Masa-masa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dia habiskan di Kota Batik tersebut. ”Saya juga berkawan dengan F.X. Hadi Rudyatmo, wali kota Solo setelah Jokowi,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa dirinya bukanlah spesialis pelukis potret atau tokoh. Tapi, dia memang punya ketertarikan pada ketokohan. ”Tapi, biasanya saya eksplorasi tokoh itu dengan alasan tertentu,” ujarnya.

Bila ada yang mengajukan permintaan melukis sosok tertentu, bukan berarti Sigit akan langsung menerimanya. Semua itu bergantung ketokohan dari sosok tersebut. ”Kalau sosoknya saya tidak sreg ya ditolak, liyane wae (silakan ke pelukis yang lain saja, Red),” paparnya.

Sigit ingat, kali pertama dia melukis potret adalah karena permintaan salah seorang sahabat karibnya, Butet Kartaredjasa. Butet minta dilukiskan Soekarno sedang merokok bersama Perdana Menteri (PM) Rusia Nikita Khrushchev. ”Tapi akhirnya figurnya diganti (Presiden AS Barack) Obama,” jelasnya.

Lukisan tokoh lain yang Sigit kreasikan adalah sosok Gus Dur. Dalam lukisan berjudul Moksa Menuju ke Surga itu, dia menggambarkan Gus Dur terbang di antara awan sambil bertelanjang dada. ”Kalau lukisan itu saya terinspirasi kejadian Gus Dur lengser. Yang hanya mengenakan kolor dan memakai kaus,” ungkapnya.

Kalau Jokowi, Sigit mengaku ada dua lukisan yang paling dia ingat. Yang pertama, lukisan berjudul Beri Aku Sapu. Lukisan itu menggambarkan Jokowi dengan pakaian khasnya kemeja putih dengan celana hitam. Jokowi digambarkan membawa sapu, menginjak seekor tikus besar, dan mencangking seekor tikus lain yang ukurannya lebih kecil.

PRO-KONTRA: Lukisan Sigit yang terinspirasi wajah njawani Pangeran Diponegoro ini kini menghiasi dinding rumah Butet Kartaredjasa. -

”Awalnya lukisan ini dikoleksi Butet, tapi ternyata malah dibeli Teten Masduki. Katanya untuk dipajang di kantornya,” ujar Sigit.

Lukisan lainnya berjudul Abdulrohim Jokowibowo Namaku. Lukisan itu fenomenal karena menggambarkan wajah Pangeran Diponegoro yang mirip Jokowi. Lukisan yang dibuat dalam rangka Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro di Jogja Gallery 2019 itu menggambarkan sang tokoh dengan tangan kanan menunjuk ke atas dan tangan kiri memegang keris.

”Saya lihat sketsa wajah terakhir Pangeran Diponegoro yang digurat prajurit Belanda Adrianus Johanes pada 1830. Wajahnya njawani,” paparnya. Ketika itulah, mendadak dalam benaknya muncul sosok Jokowi. ”Rupane Indonesia banget. Ketoke yo wis ngono kuwi wajahe (Wajahnya Indonesia sekali. Sepertinya ya seperti itulah wajahnya Pangeran Diponegoro, Red),” imbuh Sigit.

Sekarang lukisan yang sempat dianggap politis itu bertengger di dinding rumah Butet. Sejatinya banyak kolektor yang menginginkan lukisan tersebut. Bahkan, menawar dengan harga tinggi. Tapi, Butet tidak menjual lukisan itu. ”Ra arep didol, nek ra Jokowi dewe (Tidak akan saya jual kalau tidak dibeli sendiri oleh Jokowi, Red),” ujar Sigit menirukan pernyataan Butet. (idr/c17/hep)

---

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore