
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo
JawaPos.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn), Gatot Nurmantyo sudah terang-terangan ingin ikut serta menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2019 mendatang. Bahkan Gatot Nurmantyo juga dikabarkan sudar berkomunikasi dengan para pimpinan partai politik, terkait niatnya menjadi capres atau cawapres tersebut.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syafief Hasan mengatakan Gatot Nurmantyo berpotensi menjadi capres dan cawapres. Termasuk juga calon-calon lain.
"Sejauh ini semua berpotensi mulai Pak Jokowi, Pak Gatot, Prabowo dan AHY," ujar Syarief Hasan di Gedung DPR, Senin (4/6).
Anggota Komisi I DPR ini juga mengaku tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat akan membahas nama Gatot Nurmantyo sebagai capres atau cawapres di Pilpres 2019 mendatang.
"Tentunya akan kita bahas semua nama-nama yang berpotensi, dan akan kita bahas di majelis tinggi," katanya.
Menurut, Syarief salama ini memang Gatot Nurmantyo bagus dalam kariernya. Termasuk saat menjadi Panglima TNI. Namun bukan itu saja faktornya. Masih banyak faktor-faktor pendukung lainnya.
"Tapi kan bukan itu saja faktornya. Banyak faktor misalnya dari partai, dan saat ini masih cair sekali," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
