
Terdakwa kasus terorisme yang juga merupakan pendiri dari Jemaah Anhsaruut Daulah (JAD) Aman Abdurraham mengaku, dirinya pernah dilobi oleh warga negara asing (WNA) agar berkompromi dengan Pemerintah Indonesia.
JawaPos.com - Terdakwa kasus terorisme yang juga merupakan pendiri dari Jemaah Anhsaruut Daulah (JAD) Aman Abdurraham mengaku, dirinya pernah dilobi oleh warga negara asing (WNA) agar berkompromi dengan Pemerintah Indonesia. Lobi itu dilakukan saat dirinya mendekam di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.
Aman yang juga dikenal sebagai Oman Rachman itu juga mengungkapkan hal itu saat membacakan pledoinya pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat (25/5).
Pria asal Sumedang, Jawa Barat itu menyebut pihak yang melobinya adalah Prof Rohan, warga negara Sri Lanka yang bekerja untuk pemerintah Singapura. Rohan, kata Aman, merupakan peneliti bidang kajian Islam.
"Rohan juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia," ujar Aman.
Lebih lanjut, Aman menuturkan, Rohan saat itu mendatanginya pada 21 Desember 2017 di sel isolasi Mako Brimob Depok. Si Profesor itu sempat menanyakan tentang tauhid, sistem pemerintahan demokrasi, khilafah islamiah, hijrah, dan hal-hal yang berkaitan dengan pemikirannya.
Keesokan harinya, Rohan kembali mewawancarai Aman tentang buku-buku dan rekaman kajian yang disebarkan selama di penjara dan di luar penjara. Semua wawancara itu direkam dengan sepengetahuan Aman.
Namun, dalam pertemuan selanjutnya, Rohan datang melobi Aman melalui tiga pertanyaan. “Dia datang langsung mengatakan untuk berkompromi dengan pemerintah. Kalau Ustad Aman mau berkompromi maka akan langsung dibebaskan dan bila tidak mau berkompromi, maka akan dipenjara seumur hidup," kata Aman menirukan omongan Rohan.
Aman mengaku langsung menolak tawaran Rohan. Alasannya, dia tak mau menggadaikan prinsipnya. "Saya tidak akan mau berkompromi dengan pemerintah ini. Saya insyaallah akan keluar dari penjara berupa mayat sebagai syahid atau keluar dalam keadaan hidup sebagai pemenang dalam prinsip ini," urai dia.
Tak berhenti di situ, Rohan mengajak Aman jalan-jalan ke Museum Indonesia dan makan malam. Lagi-lagi, Aman mengaku menolak ajakan itu.
Karena itu Aman mencurigai Rohan. Dia menduga pertanyaan dan ajakan Rohan sebagai upaya untuk menjebaknya agar mau keluar dari prinsipnya yang diyakininya.
"Tapi saya tidak mau. Saya tidak akan keluar dari penjara kecuali berupa mayat sebagai syahid Insyaallah atau keluar masih hidup sebagai pemenang," tegasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
