Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Mei 2018 | 21.58 WIB

Travel Advice Pascateror Bom, Pariwisata Lombok Tetap Normal

Wisatawan tengah berfoto di Pantai Seger, Kawasan KEK Mandalika, Lombok Tengah sebelum pandemi covid-19 (Sirtu/Lombok Post) - Image

Wisatawan tengah berfoto di Pantai Seger, Kawasan KEK Mandalika, Lombok Tengah sebelum pandemi covid-19 (Sirtu/Lombok Post)

JawaPos.com - Sejumlah negara telah mengeluarkan travel advice (saran perjalanan) untuk Indonesia. Hal ini menyusul adanya aksi teror yang terjadi di Surabaya dan sejumlah daerah lain. Meski demikian, peringatan tersebut rupanya tidak memengaruhi pariwisata di Indonesia. Salah satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB).


”Masih normal, tidak ada pembatalan booking sampai periode ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Muhammad Faozal, kemarin (15/5), sebagaimana dikutip dari Lombok Post (Jawa Pos Group).


Diketahui hingga hari ini (16/5), sudah ada 12 negara yang mengeluarkan travel advice pascateror bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur, di antaranya, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Hongkong, Tiongkok, Singapura, dan Irlandia.


Menurut Faozal, travel advice masih setingkat di bawah travel warning yang sifatnya imbauan, sehingga tidak terlalu menghawatirkan. ”Mereka masih bisa datang ke Indonesia dengan beberapa catatan,” jelasnya.


Meski demikian dia berharap status tersebut tidak terlalu lama segera dicabut negara bersangkutan. Pemerintah sendiri terus melakukan upaya pemulihan situasi dan diharapkan tidak ada negara lagi yang mengeluarkan status travel advice.


Di sisi lain, Dinas Pariwisata akan terus memantau perkembangan apakah ada pembatalan booking hotel di beberapa tujuan utama, seperti Gili Trawangan dan sebagainya. ”Sejauh ini masih stabil,” katanya.


Faozal menegaskan, Lombok dalam kondisi sangat aman. Pihaknya terus meyakinkan bahwa Lombok tidak terkena dampak dari serangan teroris Surabaya. Polda NTB juga tidak mengeluarkan NTB masuk zona merah atau tidak, sehingga dia yakin hingga saat ini situasi masih sangat aman.


Sementara itu, Ketua PHRI NTB H Lalu Abdul Hadi Faishal menambahkan, pengusaha hotel juga tidak terlalu khawatir. Sebab pengalaman sebelumnya ketika travel warning saja masih banyak wisatawan dari luar negeri yang datang. Mereka nekat meski dilarang negaranya. Sebab mereka sudah tahu kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, dibatasi lautan.


Ketika terjadi teror di Surabaya, tidak otomatis mempengaruhi daerah lain yang jaraknya cukup jauh. ”Lombok juga dikenal sebagai daerah yang tidak bermasalah,” katanya.


Kondisi keamanan yang stabil selama puluhan tahun itu membuat wisatawan percaya mereka aman jalan-jalan ke NTB. Meski demikian, pelaku usaha hotel tetap waspada. Karena itu, sejak dua hari terakhir semua hotel di Mataram memperketat pemeriksaan terhadap semua tamu yang datang.


Semua kendaraan diperiksa dengan metal detector. Bagi hotel yang tidak mempunyai metal detector, mereka bisa melakukan pemeriksaan secara manual. Ia berharap masyarakat bisa memahami semua itu demi keamanan. ”Hotel sudah saya imbau menggunakan metal detector masing-masing,” ujarnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore