
Pelatih Kepala Persis Solo Jafri Sastra (kiri) memberikan keterangan di Banda Aceh.
JawaPos.com - Persis Solo harus mengakui keperkasaan Persiraja Banda Aceh. Tampil dalam lanjutan Liga 2 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Jumat (11/5) malam, Persis dipaksa takluk dengan skor tipis, 0-1.
Pelatih kepala Persis Solo, Jafri Sastra mengatakan timnya sudah bermain maksimal sejak menit awal hingga akhir laga. Mereka sejatinya bermain dengan baik dan mengandalkan umpan-umpan pendek. Namun, hasil akhir memang tak sesuai harapan.
"Kami bermain sesuai dengan apa yang kami inginkan. Tapi tidak menguntungkan kami. Ini tetap kami syukuri," ujar Jafri di Banda Aceh, Sabtu (12/5).
Jafri menjelaskan, usai kekalahan ini timnya akan segera berbenah dan melakukan evaluasi. Mereka akan mencari dan memetakan kekurangan ketika melakoni laga. "Kami harus melakukan yang lebih baik lagi," lanjut dia.
Pada pertandingan kemarin, Persis Solo tampil lebih menekan dan mendominasi penguasaan bola. Terutama di babak kedua. Pertahanan yang dibangun skuad Persis juga sangat kuat dan kokoh sehingga menyulitkan Persiraja mengembangkan permainan.
"Babak kedua kami telah mendominasi pertandingan. Akhirnya Persiraja tidak bisa melakukan shooting, meskipun mereka menciptakan gol lewat tendangan bebas," tuturnya.
Dia menambahkan, timnya bermain sesuai dengan strategi yang dirancang. Anak-anak asuhnya menerapkan dan memperagakan visi bermain dengan baik. Hanya, ia mengakui keberuntungan belum berada di pihaknya.
"Taktikal yang kami jalankan dan kami inginkan berjalan dengan baik. Cuma Dewi Fortuna tidak berpihak kepada kami," ungkapnya.
Pelatih asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ini menuturkan, sejak awal timnya sudah mengantisipasi pergerakan striker Persiraja Banda Aceh, Hapidin. Namun, pemain nomor punggung 9 ini masij bisa menciptakan gol dari tendangan bebas.
"Hapidin sejak awal sudah kita antisipasi. Ia punya kemampuan bola-bola mati, di luar itu sepertinya tidak punya. Kalau tendangan bebasnya sulit kita antisipasi dengan pagar (hidup)," paparnya.
Ia juga mengakui, para pemain-pemainnya sering melakukan pelanggaran tak penting. Bahkan sering kali dilakukan dekat dengan kotak penalti dan jantung pertahanan. Tindakan itu justru menguntungkan tim tuan rumah. "Mereka punya Hapidin," tutup Jafri Sastra.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
