
Di India sering terjadi kasus pemerkosaan masal
JawaPos.com - Selama empat hari terakhir, terjadi kasus pemerkosaan terhadap dua remaja di India. Pemerkosaan tersebut menunjukkan tidak berkurangnya tindak kejahatan di India meskipun hukuman yang lebih keras sudah diperkenalkan bulan lalu.
Polisi mengatakan, mereka belum menangkap kedua pelaku pemerkosaan tersebut. Pejabat Polisi senior Nazneen Bhasin mengatakan, salah satu korban yang berusia 16 tahun bahkan bunuh diri setelah diperkosa oleh delapan laki-laki di distrik Nuh, negara bagian utara Haryana pada Minggu, (29/4).
Menurut sebuah laporan media, gadis berusia 16 tahun yang bunuh diri akibat diperkosa itu, awalnya diculik dari rumahnya yang kosong. Kemudian ia diperkosa oleh sekelompok laki-laki yang berasal dari desanya.
Kemudian pada Selasa, (1/5), pemerkosaan masal lainnya terjadi saat perempuan berusia 19 tahun diperkosa oleh lima laki-laki, termasuk sopir autorickshaw. Sopir berhati iblis itu membohongi perempuan tersebut dengan mengatakan, ia ketinggalan bus. Lalu menawarkan mengantarkan ke tempat mangkal bus lain.
Namun gadis itu malah dibawa ke daerah sepi di dekat Kota Gurugram oleh si sopir. Lalu ia diperkosa oleh sopir tersebut dan empat laki-laki lain yang sudah menunggu di sana.
Kasus perkosaan masal ini telah dilaporkan ke polisi usai dilakukan pemeriksaan medis terhadap korban. Gurugam merupakan wilayah yang terletak di pinggiran barat daya New Delhi, sekaligus merupakan kota satelit yang berkembang pesat, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat, (4/5).
Gurugam juga menjadi tempat sejumlah perusahaan internasional yang telah mendirikan kantor karena perannya sebagai pusat industri, keuangan, dan teknologi di dunia.
Pemerkosaan masal tersebut terjadi kurang dari sebulan setelah India menyetujui hukuman mati untuk pemerkosa gadis-gadis di bawah usia 12 tahun. Hukuman tersebut antara lain, menambah hukuman kurungan penjara untuk para pemerkosa gadis-gadis dan perempuan setelah kejadian pemerkosaan dan pembunuhan yang keji terhadap gadis Muslim di Negara bagian Jammu dan Kashmir.
Selain itu, kasus kekerasan seksual yang terdaftar juga terus meningkat meski kasus pemerkosaan yang dilakukan sekelompok laki-laki terhadap seorang mahasiswi di bus, New Delhi pada 2012 lalu mengundang kemarahan nasional.
Di tengah gelombang kemarahan kala itu, Pemerintah India kemudian berjanji akan mempercepat proses pengadilan atas kasus pemerkosaan. Memberlakukan hukuman yang lebih keras termasuk hukuman mati pada pelaku kasus-kasus ekstrim dan hukuman untuk penguntit.
Namun, statistik justru menunjukkan bahwa kasus pemerkosaan meningkat sebanyak 60 persen sejak 2012, menjadi sekitar 40.000 kasus pemerkosaan pada 2016 lalu dengan presentase sebanyak 40 persen kasus korban pemerkosaan adalah anak-anak.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
