
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran
JawaPos.com - Satreskrim Polrestabes Surabaya terus berusaha mengembangkan kasus pencurian soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 54 Surabaya. Setelah menetapkan dua orang sebagai tersangka, polisi berusaha meminta keterangan dari Kepala Sekolah (Kepsek) Keny Ervianti yang diduga juga ikut terlibat. Sayangnya, Keny tidak kooperatif dan justru menghilang.
Polisi sudah memanggil Keny sebanyak tiga kali. Namun dia terus-terusan mangkir. Sampai akhirnya Polrestabes Surabaya menerbitkan Surat Perintah Membawa alias Jemput Paksa.
Semestinya, Kamis (3/5), polisi bisa menjemput paksa Keny. Kenyataannya, Keny tak diketahui rimbanya. "Surat Perintah (jemput paksa) sudah kami keluarkan. Saat ini kami sedang mencari keberadaan yang bersangkutan," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran kepada wartawan.
Polisi sudah mencari Keny baik di sekolah dan rumahnya. Korps berseragam cokelat juga berusaha menghubungi nomor handphone-nya, tapi juga tidak aktif.
Lenyapnya Keny semakin mengindikasikan peran sentralnya pada kasus pencurian soal tersebut. Sebelumya polisi sudah meringkus Teguh Adi Kuncoro, 45, selaku staf Tata Usaha dan Imam Setiono, 38, sebagai pegawai honorer bidang TI. Dua tersangka itu mengaku jika Keny lah yang menyuruh untuk melakukan pencurian data negara tersebut.
Teguh berperan untuk memberikan IP address komputer siswa. Sedangkan Imam bertugas untuk menyadap soal dari komputer siswa ke komputer pribadinya.
Imam lantas memotret layar komputer pribadinya. Foto itu disebar ke sejumlah nomor melalui WhatsApp. Salah satu yang menerimanya adalah sebuah lembaga bimbel ESC di kawasan Tambaksari. "Salah satu pemilik bimbel tersebut adalah kepala sekolah. Kami masih berusaha mencarinya," tambah Sudamiran.
Seperti diberitakan sebelumnya, pencurian soal di SMPN 54 itu berawal dari temuan Dinas Pendidikan Kota Surabaya pada hari terakhir pelaksanaan UNBK SMP, Kamis (26/4) . Saat itu ada nama siswa yang terdaftar pada ujian sesi 1. Namun siswa tersebut justru mengikuti sesi 3.
Dari temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Surabaya lantas mengamankan CPU beserta teknisinya. Kamis (26/4) malam, Diknas langsung melaporkan temuan tersebut ke SPKT Polrestabes Surabaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
