Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Mei 2018 | 04.21 WIB

Rizal Ramli: Saya Bakal Penjarakan 100 Pejabat Jahat di Pulau Malaria

Mantan Menko MAritim menyatakan siap menantang Jokowi di Pilpres 2019, bahka dirinya sudah menyiapkan beberapa program saat dirinya jadi kepala negara. - Image

Mantan Menko MAritim menyatakan siap menantang Jokowi di Pilpres 2019, bahka dirinya sudah menyiapkan beberapa program saat dirinya jadi kepala negara.


JawaPos.com - Keinginan Rizal Ramli untuk maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2019 sudah makin menggebu. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu sudah mulai menggelar roadshow ke beberapa daerah dan sejumlah kantor media.


Saat berkunjung ke redaksi JawaPos.com, pakar ekonomi makro berjuluk 'Rajawali Ngepret'  itu mengaku siap bersaing dengan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Bahkan, dengan lantangnya, Rizal mengatakan dirinya sudah memiliki sejumlah program trobosan yang tidak dimiliki capres lainya, jika nanti jadi berhasil jadi presiden.


“Pertama, saya akan memenjarakan 100 pejabat jahat. Kita akan kirim para penjahat itu ke pu‎lau Malaria," tegas Rizal Ramli, Jumat (3/5).


Alasan menempatkan 100 orang jahat ‎tersebut di pulau Malaria, karena dirinya ingin memperbaiki Indonesia. Bahkan trobosannya ini dianggap lebih ringan dibanding Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang tidak segan-segan melakukan tembak mati para pejabatnya apabila melakukan kesalahan.


"Saya enggak mau melanggar hak asasi manusia. Jadi lebih baik dikirim saja ke Pulau Malaris. Kalaupun meninggal di sana, nanti yang melanggar bukan saya tapi nyamuk," katanya.


Kemudian, pria asal Sumatera Barat ini juga akan menghikangkan demokrasi kriminal selama ini yang diterapkan di Indonesia. Sebab sistem itu jelas-jelas merugikan banyak kepala daerah dan partai politik. Karena banyak bupati, DPRD dan Gubernur yang tersangkut kasus korupsi.


"Paling yang tidak rusak atau orang baik yang dipenjara paling lima persen," ungkapnya.


Oleh sebab itu, cara-cara berdemokrasi ala Amerika Serikat itu perlu dihilangkan. Indonesia ke depan akan lebih ikut seperti Eropa. Misalnya partai politik dibiayai oleh negara. “Jadi parpol tidak sibuk dengan nyari duit, dan parpol hanya disibukkan nyari kader yang bagus saja," tuturnya.


"Karena kalau demokrasi kriminalisasi ini cuma elite di pemerintahan, DPR dan DPRD yang menikmati. Kalau kita ubah maka akan memakmurkan kita," tambahnya.


Selenjutnya yang dianggap penting adalah dirinya akan menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS). Trik menaikan gaji PNS ini akan meningkatkan ekonomi dan daya beli masyarakat.


"Karena kalau dinaikan gaji, kan dapat uang itu akan dibelanjakan. Kalau dibelanjakan maka ini ekonomi dengan cepat naik. Ini bertentangan dengan ekonomi konservatif yang ngirit buat bayar utang saja," katanya.


Terakhir, Rizal Ramli berjanji akan menggenjot ekonomi 10 persen per tahun. Kata dia, kalau Jepang bisa masa Indonesia tidak. Karena Indoneia punya track record yang cukup bagus.


"Misalnya saja punya kita punya track record masuk di ekonomi jaman Gus Dur saja ekonomi minus tiga persen," pungkasnya.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore