Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Mei 2018 | 01.21 WIB

Guru Honorer Akan Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes

DARURAT GURU: Bupati Malang Rendra Kresna di tengah para guru saat peringatan Hardiknas 2018 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (2/5). - Image

DARURAT GURU: Bupati Malang Rendra Kresna di tengah para guru saat peringatan Hardiknas 2018 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (2/5).

JawaPos.com - Kondisi guru di Kabupaten Malang sangat memprihatinkan. Khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Minimnya jumlah, membuat seorang guru harus mengajar di beberapa sekolah. Bahkan harus merangkap mengajar beberapa mata pelajaran.


Hal itupun membua Bupati Malang Rendra Kresna mengelus dada. "Kabupaten Malang ini darurat guru SD yang berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara)," kata Rendra saat peringatan Hardiknas 2018 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (2/5).


Rendra mengungkapkan, di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan ada salah satu SD dengan satu guru berstatus ASN. Yakni, kepala sekolahnya. Itupun akan masuk masa pensiun. "Keadaan ini memang memprihatinkan. Masalahnya memang banyak dari guru ASN yang pensiun dalam saat yang berbarengan," keluh Rendra.


Di masa akan datang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menambah jumlah guru berstatus ASN. Tapi tidak melalui tes. Melainkan memprioritaskan para guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer.


Alasannya pengangkatan GTT menjadi ASN tanpa tes karena banyak di antara mereka yang sudah mengabdi selama puluhan tahun. "Karena itu sudah sepantasnya mereka menjadi guru ASN. Apalagi mereka sudah kenal dengan anak dididiknya. Sudah terbiasa mengajar," tandas Rendra.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore