Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Mei 2018 | 00.34 WIB

Kelas Lidah Buaya, Lada, Cabai, dan Nanas di SMP Model Agrobisnis

Sofijana dan Sajida Yuniaska di depan kelas Lidah Buaya SMPN 1 Mendo Barat, Pangkalpinang (28/4). - Image

Sofijana dan Sajida Yuniaska di depan kelas Lidah Buaya SMPN 1 Mendo Barat, Pangkalpinang (28/4).


Di tiap tahun pelajaran baru di SMPN 1 Mendo Barat, wali kelas dan para siswa menentukan tanaman bernilai ekonomis apa yang bakal dikembangkan. Setiap Sabtu mereka akan bekerja bakti membersihkan ilalang, memberi pupuk, atau menata kembali tanaman.


FERLYNDA PUTRI, Pangkalpinang


---


"LIDAH Buaya" di gapura depan kelas itu tertulis besar-besar. Nyaris menelan tulisan "9A" yang berada di atasnya. Sejalan dengan apa yang tertanam di pot dan polybag di depan kelas tersebut: lidah buaya. "Kelas di sini memang bertema tanaman yang ditanam siswa," ujar Wakil Kepala SMPN 1 Mendo Barat Sofijanah.


Tak heran kalau mengelilingi semua kelas di sekolah yang terletak 23 km di barat laut Bandara Dipati Amir, Pangkalpinang, tersebut seolah mengelilingi kebun. Ada lada, nanas, cabai, mangga, daun kucai, pisang, dan berbagai tanaman lainnya.


Sesuai dengan nama tanaman di depan kelas, itu pula produk unggulan kelas tersebut Yang tak cuma dipanen. Tapi juga diolah jadi berbagai produk.


Di kelas IX-A, misalnya, lidah buaya telah diolah jadi puding. "Kebetulan kami habis panen (lidah buaya) untuk pameran di acara Hari Pendidikan Nasional. Pudingnya juga kami pamerkan," ujar Sofi -sapaan akrab Sofijanah- kepada Jawa Pos yang berkunjung ke sana Jumat pekan lalu (27/4).


SMPN 1 Mendo Barat di Kota Pangkalpinang hanyalah satu di antara 96 sekolah model agrobisnis yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung. Yang mungkin membedakan dari sekolah serupa di provinsi lain, di sana yang dilibatkan bukan cuma SMK. Tapi juga sekolah di level SD dan SMP.


Ke-96 sekolah model itu tersebar di enam kabupaten serta satu kota di Bangka Belitung. Jadi, di tiap kabupaten atau kota ada 16 sekolah yang dikembangkan jadi sekolah model tertentu. Disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing tempat sekolah tersebut berada. SMPN 1 Mendo Barat, misalnya, dikembangkan jadi sekolah model agrobisnis karena berada dekat dengan perkebunan sawit dan kebun lada milik rakyat. Hutan-hutan alami pun masih banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Mendo Barat.


Wali murid dan masyarakat sekitar juga rata-rata berkebun. "Itu yang akhirnya membuat kami ingin membuat sekolah yang berwawasan agrobisnis. Yang tidak hanya menanam, tapi juga mengolah hingga bernilai ekonomis," kata Sofi.


Pilihan itu juga sejalan dengan salah satu falsafah hidup masyarakat Bangka: kelekak. Kearifan lokal tersebut mengajari setiap orang wajib menanam pohon yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan secara turun-temurun.


Nah, di SMP yang memiliki luas 7 hektare itu, tiap jengkalnya ditanami tanaman bernilai ekonomis. Maksudnya tanaman yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk. Atau dijual dalam beragam bentuk.


Lada salah satunya. Di sekolah yang berjarak sekitar 38 menit dari pusat Kota Pangkalpinang, ibu kota Bangka Belitung, itu setidaknya ada 20 batang pohon lada. Tanggung jawab memanen ada pada para siswa. Prosesnya, buah lada yang berwarna merah dipetik. Lalu, mereka akan merendamnya sampai berubah menjadi berwarna putih. Setelah itu barulah dijemur hingga kering.


"Untuk menggiling nanti pakai blender dan setelahnya dimasukkan ke dalam botol kecil. Kami juga punya labenya, jadi siap jual," ujar Sofi.


Selain lada, produk unggulan lainnya adalah nanas. Kebetulan, Pulau Bangka memang terkenal sebagai penghasil buah yang berasa manis tersebut. Nanas di SMPN 1 Mendo Barat terletak di depan kelas dengan nama yang sama. Untuk saat ini nanas memang baru dijual secara "gelondongan." Maksudnya dalam bentuk buah saja.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore