
Toba Audax 2018 hari kedua, peserta harus menempuh jarak 143 km
JawaPos.com - Setelah melakukan uji rute untuk Gran Fondo New York 2018 di Pulau Samosir, para pegowes dari pelbagai daerah di Indonesia dan luar negeri kembali menjajal trek pada hari kedua. Itu merupakan bagian dari gelaran Toba Audax 2018 yang diikuti 41 peserta
Fisik pegowes sangat diuji pada hari kedua. Maklum saja, pada hari pertama mereka juga sudah menyelesaikan rute sepanjang 108 km di Samosir. Para pegowes mulai mengayuh sepeda jenis road bike dari kawasan Tuktuk Siadong, Samosir, Minggu (29/4). Mereka menempuh rute sepanjang 143 Km ke arah Merek, Kabupaten Karo.
Trek menuju Karo punya tantangan tersendiri. Peserta harus melewati tanjakan bersih sepanjang 16 km. Kemudian, pegowes harus dihadapkan tanjakan terjal di daerah Sumbul sepanjang 26 km. Rute berakhir di Simalem Resort, Kabupaten Karo
Bagi pegowes Toba Audax, mereka punya kenikmatan tersendiri ketika bisa melalui tanjakan tersebut. Tidak jarang pegowes harus berhenti sejenak untuk mengambil napas.
"Bagi pegowes ibaratnya kalau sudah melewati tanjakan itu artinya sudah lulus ujian," beber penggagas Toba Audax, Hendra Sammy, Senin (30/4).
Hendra mengungkapkan, trek Toba Audax 2018 termasuk terfavorit sekaligus terberat. Sebagai tuan rumah, Hendra selalu mebgedepankan kepuasan peserta yang mengikuti ajang ini. Gelaran Toba Audax sudah kali kelima digelar sejak 2014. Rata-rata peserta yang ikut dalam ajang ini juga yang sudah pernah menjajal Toba Audax sebelumnya.
"Jadi kami sebut mereka alumni Toba Audax. Tahun ini cuma ada dua peserta yang baru. Kalau peserta berasal dari Balikpapan, Hongkong, Timika, Bali, Tanjung Balai, dan Siantar," ungkapnya.
Tak lupa, dia mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten yang mendukung gelaran tersebut. Apalagi bisa mendongkrak pariwisata khususnya Danau Toba.
Sementara itu Edo, peserta asal Timika, Papua mengatakan sepanjang perjalanan tidak memiliki banyak kesulitan. Hanya beberapa jalan berlubang yang sedang diperbaiki. Edo bersama beberapa rekannya rela datang ke Sumut hanya untuk kembali menjajal trek itu. Rasa lelah dalam perjalanan terbayarkan dengan eksotisnya pemandangan Danau Toba dari pelbagai sudut.
"Tentunya sangat menikmatinya. Pikiran dan lelah terbayar dengan keindahan Danau Toba," ungkapnya.
Edo sendiri sudah pernah mengikuti ajang serupa di beberapa daerah seperti Manado, Surabaya, Bali, dan Papua. Namun, dia benar-benar terkesima usai melihat keindahan Danau Toba. "Enggak ada rute yang seindah Danau Toba," pungkas Edo yang sudah tiga kali ikut Toba Audax.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
