
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan larangan berpolitik saat Car Free Day (CFD) tetap berlaku. Pasalnya CFD dianggap sebagai ruang terbuka bagi seluruh warga DKI yang sedang melakukan aktifitas di hari tersebut.
"Larangannya masih dong kan pergubnya sudah ditandatangan pak basuki," kata Sandi di Balai Kota, setelah membuka acara forum pembahasan jurnal koreksi laporan keuangan, Senin (30/4).
"Pertama CFD itu tempat kita berinteraksi tempat ruang terbuka yang sangat digunakan secara positif oleh seluruh warga DKI kita ingin CFD ini milik bersama, bukan ajang untuk kegiatan politik dan itu sudah ada pergubnya," lanjut Sandi.
Sandi juga mencontohkan pada pilkada tahun lalu, saat dirinya tidak menggunakan kesempatan hari bebas kendaraan untuk melakukan kampanye politik. "Saya aja waktu pilkada kita ga pernah bikin kegiatan di sana. gak bisa itu. dan harusnya di channel rasa mendukung satu pemilihan politik atau apapun dgn kegiatan yg positif," tukas dia.
Selain itu Sandi juga mengharapkan hari bebas kendaraan atau CFD bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga Jakarta untuk saling berinteraksi maupun berolahraga. "Kami ini ingin fokus kegiatan CFD ini menjadi ajang olahraga, kegiatan yg menggalang interaksi antar warga dalam kebersamaan," imbuhnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi kegiatan politik, Sandi akan kembali melakukan sosialisasi kepada warga Jakarta. Untuk menunjukkan jika CFD bukan dipakai kegiatan politik.
"Kalo yang itu sudah jelas, kita tahu itu ada kegiatan politik. Dan itu dilarang sesuai dgn pergub kita jadi kita harus sosialisasikan masyarakat juga ikut menjaga skpd akan menjaga, dinas lain juga petugas UMKM nanti kita berkoordinasi," tandas Sandi.
Intimidasi di CFD
Sebelumnya, sebuah video yang viral memperlihatkan kelompok berkaos #2019GantiPresiden diduga mengintimidasi kelompok relawan Joko Widodo berkaos #DiaSibukKerja. Dalam video itu, intimidasi diduga terjadi di Bundaram Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (29/4) pagi.
Dalam video yang diunggah Jakartanicus yang berjudul 'Tindakan Intimidatif dari Kelompok Beridentitas #2019GantiPresiden' memperlihatkan sekelompok orang berkaos hitam meneriakkan takbir, Allahu Akbar. Dalam gambar itu, tujuh perempuan berkerudung dan membawa anak-anak diminta oleh seorang lelaki meneriakkan takbir itu.
"2019 ganti presiden, takbir!," suruh si lelaki itu.
"Allahu Akbar!" sambut ketujuh perempuan itu.
Di menit selanjutnya, kumpulan lelaki berkaos hitam #2019GantiPresiden tampak berteriak sembari mengikuti dua orang berkaos putih bertuliskan #DiaSibukKerja. Lalu kelompok yang sama juga mengerubuti seorang lelaki dari #DiaSibukKerja.
Mereka mengeluarkan duit Rp100 ribu dan menuduh si lelaki itu menerima bayaran untuk mendukung Joko Widodo tetap jadi presiden. "Cebong dibayar yah," celoteh salah satu massa.
Di akhir video, seorang ibu berkacamata geram diperlakukan seperti itu. Dia membawa seorang anak. "Masya Allah, Masya Allah, Muslim macam apa kalian memperlakukan seperti ini? Masya Allah," teriak ibu itu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
