
Penampilan Letto di Mocosik Festival 2018.
JawaPos.com - Band Letto tampil sebagai pembuka di malam pertama Mocosik Festival di Yogyakarta. Band yang digawangi Noe sebagai vokalis tersebut membawakan lagu-lagu hitnya.
Sebanyak enam lagu dibawakan band yang sempat hit pada tahun 2000an tersebut. Diantaranya, Sebelum Cahaya, Ruang Rindu, Sandaran Hati, Lubang di Dalam Hati, Sampai Nanti Sampai Mati dan Permintaan Hati.
Noe tampil interaktif dengan penonton. Meski penonton kebanyakan berusia muda, namun mereka tampak hapal dan antusias menyanyikan lagu-lagu Letto bersama sang vokalis.
"Yang denger lagu Letto pas masih SD angkat tangan? Salam buat bapak-ibumu, katakan didikannya bener," ungkapnya bercanda.
"Yang pernah patah hati terus dengerin lagu Letto angkat tangan?" Katanya.
Tak disangka, hampir seluruh penonton angkat tangan. Noe pun menyemangati penonton dengan mengatakan bahwa patah hati tidak membunuh, sebaliknya membuatkuat. Lalu, Letto membawakan lagu Sandaran Hati.
Di tengah lagu, Noe berhenti dan mengatakan bosan menyanyi lagu sendu. Dia pun merubah musik Sandaran Hati menjadi versi dangdut.
"Sandaran Hati versi Nella Kharisma," katanya.
"Sekarang nyanyi sandaran hati yang beneran. Karena Sandaran Hati bukan untuk main mainan," lanjutnya.
Usai menyanyikan Sandaran Hati, band asli Jogjakarta tersebut melanjutkan pertunjukkan dengan single hit lainnya, Lubang di Dalam Hati. Tak kalah seru, kali ini single tersebut dibawakan dengan nuansa etnik dengan menambahkan instrumen gamelan di awal lagu.
Puncaknya, saat lagu Ruang Rindu dibawakan. Suara penonton menggema menenggelamkan suara vokalis. Tak ketinggalan, Noe juga menyisipkan bahasa Jawa dan menyanyikan lagu Gundul-Gundul Pacul.
Sebelum lagu terakhir Sebelum Cahaya dinyanyikan, Noe letto mendoakan penonton agar mendapatkan apa yang diharapkan mereka dalam hidup.
"Tak doain semoga kalian semua yang di sini mendapatkan apa yang kalian harapkan dalam hidup, Amin," katanya.
Sebagai improvisasi, Noe menyisipkan Reff Sebelum Cahaya menggunakan bahasa Jawa. Kemudian dia berdoa kembali agar penonton yang belum mendapat jodoh didekatkan jodohnya, yang skripsinya belum selesai dimudahkan prosesnya, yang memiliki hutang dimampukan membayarnya. Gemaan Aamiin kompak menggema di udara Yogya Jumat malam itu.
Setelah penampilan Letto, panggung Mocosik Festival dilanjutkan dengan penampilan Rio Febrian dan Kahitna.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
