
Putri Presiden Republik Indonesia (RI) Pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri (kiri) saat berkunjung ke Museum Musik Indonesia (MMI) Malang, Senin (26/3).
JawaPos.com – Puisi Sukmawati Soekarnoputri menjadi kontroversi di media sosial. Sebab, dalam puisinya putri Presiden pertama RI Soekarno itu membandingkan suara azan dengan kidung.
Tak hanya itu, ia pun membandingkan sari konde dengan cadar.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKS), Ledia Hanifa mengatakan, seharusnya putri dari Bung Karno tersebut memiliki kehati-hatian dalam bertutur kata. Memilih kata-kata yang tidak menyinggung banyak umat.
“Memang harus memiliki kehati-hatian dalam menyampaikan berbagai hal agar tidak menimbulkan polemik,” ujar Ledia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/4).
Lebih lanjut Ledia menilai, Sukmawati juga telah mengganggu rasa keberagaman yang telah ada. Azan merupakan panggilan ibadah bagi umat Islam. Oleh karena itu menurut Ledia, sebaiknya hal itu tidak dijadikan sebagai bahan puisinya.
“Karena itu akan menganggu rasa keberagaman sebagian muslim,” katanya.
Anggota Komisi X DPR ini pun berharap ke depan tidak ada lagi kasus seperti ini. Semua pihak harus pandai memilih kata-kata, sehingga tidak menyinggung rasa keberagaman di Indonesia.
“Jadi, memang ini buat sebuah pelajaran kehati-hatian dalam membuat perumpamaan, pernyataan, karena ini upaya menjaga kondisi,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi kontroversialnya saat acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Berikut ini puisi yang ia bacakan.
Ibu Indonesia
“Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
