
Sekjen DPP PPP Asrul Sani menilai cawapres dari kalangan islam dibutuhkan untuk menjaga keutuhan NKRI.
JawaPos.com - Konstelasi bursa calon wakil presiden (cawapres) dalam pemilihan presiden 2019 bergerak semakin dinamis. Elektabilitas figur yang berasal dari kalangan ulama pun dinilai semakin menguat.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menuturkan, semakin banyaknya nama kalangan ulama, santri, agamis atau intelektual Islam sebagai cawapres potensial dinilainya semakin meneguhkan figur-figur yang muncul saat ini banyak yang dilabeli nasionalis.
"Sesungguhnya meneguhkan pandangan PPP bahwa karena capres yang muncul yakni Jokowi dan Prabowo adalah sosok-sosok yang dilabeli sebagai nasionalis," kata Arsul saat dihubungi JawaPos.com, Senin (2/4).
Karena itu, lanjut Arsul, dalam rangka memelihara narasi kebangsaan khususnya pasca reformasi dan awal kemerdekaan, kepemimpinan nasional harus dipegang oleh pasangan nasional dan agamis.
"Pasangan nasional-agamis atau agamis-nasionalis tetap perlu dilanjutkan," ungkapnya.
Karena, kata Asrul, dalam konteks kekinian narasi duet kepemimpinan ini tetap diperlukan mengingat praktek demokrasi kita banyak diwarnai ujaran kebencian atau politik identitas berbau SARA.
Lebih lanjut, Arsul pun meyakini dalam suasana berkembangnya politik identitas dan ujaran kebencian, munculnya figur dari kalangan ulama memang diperlukan.
"Ini bukan euforia sesaat, lihat pilihan parpol untuk pilgub di tiga provinsi di Jawa komposisi mencerminkan narasi nasionalis-agamis," ungkapnya.
Menurut pandangan Arsul, figur yang berasal dari kalangan ulama pun dinilainya memiliki keunggulan sendiri. Ia menuturkan, figur itu diyakini dapat menjaga keutuhan NKRI.
"Saya kira mayoritas rakyat kita melihat itu sebagai bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
