Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Maret 2018 | 05.40 WIB

SBY Curhat Kisah di Balik Pemilihan JK dan Boediono Jadi Wakilnya

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kisah sat dirinya akan memilih JK dan Boediono sebagai wakilnya. - Image

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kisah sat dirinya akan memilih JK dan Boediono sebagai wakilnya.

JawaPos.com - Bursa calon wakil presiden 2019 masih menjadi pembicaraan utama di jagat politik Indonesia. Bahkan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, semua partai politik tentu menginginkan kader terbaiknya bisa menjadi presiden atau wakil presiden.


Namun, menurut presiden ke-6 itu, keinginan saja tidak cukup karena harus dibarengi kalkulasi cermat. Pasalnya, harus ada hitung-hitungan matang tentang figur yang akan diusung di pemilu presiden (pilpres).


“Tentu harus dilihat elektabilitasnya,” tegas SBY dalam video yang diunggah ke akunnya di Facebook, Jumat (30/3).


Bahkan, kata SBY, dengan presidential threshold (PT) di Undang-Undang Pemilu yang dipatok pada angka 20 persen, tentu saja memaksa partai politik yang ada di Indonesia saat ini harus berkoalisi untuk bisa mengusung duet capres-cawapresnya di Pilpres 2019.


Karena itu upaya mengusung capres-cawapres tidak bisa hanya dengan memasang foto kandidat di billboard atau baliho di mana-mana.


“Tentu Demokrat tidak seperti itu. Kami hitung dengan saksama lah kalau ingin mengajukan siapa yang akan mungkin menjadi calon presiden atau calon wakil presiden,” tuturnya.


Presiden RI dua periode itu lantas menjelaskan pengalamannya ketika memutuskan memilih Jusuf Kalla (JK) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2004 dan Boediono pada Pilpres 2009. SBY kemudian mengatakan pilihannya menggandeng JK maupun Boediono merupakan langkah tepat.


“Allah izinkan pasangan kami berhasil menjadi presiden dan wakil presiden. Berarti pilihan saya dulu tidak keliru,” ungkap SBY.


Mantan Menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan di era Presiden Megawati Soekarnoputri itu menambahkan, seorang capres dalam memilih calon cawapres harus melihat integritas, kapasitas, dan juga kecocokan. Selain itu, yang perlu dicermati adalah peluang untuk menang.


“Jangan keliru memilih pasangan yang salah kemudian tidak berhasil. Itu yang saya jadikan patokan dulu,” kata SBY.


Menurut SBY, keputusan menggandeng JK ataupun Boediono sebagai cawapres merupakan pilihannya sendiri.


“Tidak ada yang mendikte dan memaksa saya memilih Pak Jusuf Kalla dan Pak Boediono. Juga, bukan permintaan Pak Jusuf Kalla dan Pak Boediono sendiri,” ungkap SBY.


Jadi, kata SBY, dirinyalah yang sepenuhnya mengambil keputusan. Dengan demikian dia bertanggung jawab penuh atas pilihannya tersebut.


“Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Satu capres dengan satu capres lain berbeda bagaimana cara memilih pasangannya,” katanya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore