
Pandji Pragiwaksono saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos di Jakarta Selatan, Kamis (29/3).
JawaPos.com - Film Partikelir merupakan kisah tentang seorang detektif swasta (partikelir) spesialis kasus perselingkuhan yang tak sengaja terlibat dalam kasus narkoba. Film perdana Pandji Pragiwaksono sebagai penulis skenario, sutradara, sekaligus pemain tersebut ternyata sempat membuatnya sulit fokus saat dia harus berakting.
"Kesulitan saya adalah ketika akting, kepalanya masih jadi sutradara. Kalau saya kan termasuk baru di akting. Tapi setau saya, akting tuh jadi mudah kalau lawan mainnya bagus dan surrounding-nya bagus. Artinya, kita percaya lagi di satu tempat, lawan main kita juga bikin kita percaya bahwa dia adalah karakter tersebut," ungkapnya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Kamis (29/3).
Namun, bukannya merasa seperti itu, Pandji justru terbagi-bagi pikirannya saat berakting. Dia masih berpikir sebagai sutradara, seperti bagaimana pencahayaan dan pemain lainnya berakting.
"Tapi sebagai sutradara, ketika dialog saya mikir, ini harusnya dia lewat habis ini, ini kayaknya saya ngeblok cahaya Deva Mahendra. Jadi, butuh kemampuan lebih untuk saya bisa fokus," lanjut Pandji Pragiwaksono.
Hanya saja, pria yang terkenal sebagai stand up comedian ini mengaku bangga dan senang setelah melihat debutnya.
"Ketika saya lihat hasil akhirnya, setelah syuting segala macam, saya juga bangga ini yang terbaik yang bisa saya kasih," tandasnya.
Lain dengan Pandji, David Saragih yang menjadi rival detektifnya dalam film Partikelir itu justru berterima kasih dan haru diajak bermain dalam film perdana Pandji. Hal itu karena tawaran peran yang tidak mengeksploitasi tubuhnya yang besar.
"Saya diajak Pandji di film pertamanya, di sini kita jadi musuh. Tapi saya senang karena sebelumnya banyak tawaran main film yang datang, tapi saya dieksploitasi karena tubuh saya begini (gendut dan besar)," kisahnya.
Berbeda dengan peran yang dia mainkan di film Partikelir, David berperan sebagai orang biasa tanpa mengintimidasi tubuhnya.
"Di sini saya berperan sebagai orang biasa, karakter yang nggak usah harus 'begitu' udah lucu. Saya kompetitor dari agensi Pandji (Adri), tantangan sulitnya pas adegan lari. Ada adegan lari dan itu take berkali-kali bolak balik sampe ngos-ngosan. Sampai akhirnya pas selesai bolak-balik saya nggak kuat lagi, akhirnya minta dijemput motor," tukasnya.
Film Partikelir berkisah tentang dua orang sahabat yang bersatu karena sebuah kasus yang harus dipecahkan. Film tersebut dapat disaksikan di bioskop-bioskop tanah air mulai 5 April 2018. Kisah lengkapnya, dapat dibaca di komik berjudul sama yang beredar di seluruh toko buku mulai 5 April 2018.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
