Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Maret 2018 | 16.40 WIB

Kesulitan Pandji Pragiwaksono Jadi Sutradara dan Pemain Partikelir

Pandji Pragiwaksono saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos di Jakarta Selatan, Kamis (29/3). - Image

Pandji Pragiwaksono saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos di Jakarta Selatan, Kamis (29/3).

JawaPos.com - Film Partikelir merupakan kisah tentang seorang detektif swasta (partikelir) spesialis kasus perselingkuhan yang tak sengaja terlibat dalam kasus narkoba. Film perdana Pandji Pragiwaksono sebagai penulis skenario, sutradara, sekaligus pemain tersebut ternyata sempat membuatnya sulit fokus saat dia harus berakting.


"Kesulitan saya adalah ketika akting, kepalanya masih jadi sutradara. Kalau saya kan termasuk baru di akting. Tapi setau saya, akting tuh jadi mudah kalau lawan mainnya bagus dan surrounding-nya bagus. Artinya, kita percaya lagi di satu tempat, lawan main kita juga bikin kita percaya bahwa dia adalah karakter tersebut," ungkapnya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Kamis (29/3).


Namun, bukannya merasa seperti itu, Pandji justru terbagi-bagi pikirannya saat berakting. Dia masih berpikir sebagai sutradara, seperti bagaimana pencahayaan dan pemain lainnya berakting.


"Tapi sebagai sutradara, ketika dialog saya mikir, ini harusnya dia lewat habis ini, ini kayaknya saya ngeblok cahaya Deva Mahendra. Jadi, butuh kemampuan lebih untuk saya bisa fokus," lanjut Pandji Pragiwaksono.


Hanya saja, pria yang terkenal sebagai stand up comedian ini mengaku bangga dan senang setelah melihat debutnya.


"Ketika saya lihat hasil akhirnya, setelah syuting segala macam, saya juga bangga ini yang terbaik yang bisa saya kasih," tandasnya.


Lain dengan Pandji, David Saragih yang menjadi rival detektifnya dalam film Partikelir itu justru berterima kasih dan haru diajak bermain dalam film perdana Pandji. Hal itu karena tawaran peran yang tidak mengeksploitasi tubuhnya yang besar.


"Saya diajak Pandji di film pertamanya, di sini kita jadi musuh. Tapi saya senang karena sebelumnya banyak tawaran main film yang datang, tapi saya dieksploitasi karena tubuh saya begini (gendut dan besar)," kisahnya.


Berbeda dengan peran yang dia mainkan di film Partikelir, David berperan sebagai orang biasa tanpa mengintimidasi tubuhnya.


"Di sini saya berperan sebagai orang biasa, karakter yang nggak usah harus 'begitu' udah lucu. Saya kompetitor dari agensi Pandji (Adri), tantangan sulitnya pas adegan lari. Ada adegan lari dan itu take berkali-kali bolak balik sampe ngos-ngosan. Sampai akhirnya pas selesai bolak-balik saya nggak kuat lagi, akhirnya minta dijemput motor," tukasnya.


Film Partikelir berkisah tentang dua orang sahabat yang bersatu karena sebuah kasus yang harus dipecahkan. Film tersebut dapat disaksikan di bioskop-bioskop tanah air mulai 5 April 2018. Kisah lengkapnya, dapat dibaca di komik berjudul sama yang beredar di seluruh toko buku mulai 5 April 2018.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore