Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Maret 2018 | 08.46 WIB

Siapkan Rp 7,3 Triliun untuk Garap Proyek Panasbumi Rantau Dedap

Presiden dan CEO Supreme Energy, Supramu Santosa (kiri) saat penandatangan perjanjian pembiayaan Proyek Panasbumi Rantau Dedap - Image

Presiden dan CEO Supreme Energy, Supramu Santosa (kiri) saat penandatangan perjanjian pembiayaan Proyek Panasbumi Rantau Dedap

JawaPos.com – Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Rantau Dedap I berkapasitas 98,4 MW mendapat kepastian pembiayaan. Itu setelah PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) merampungkan perjanjian pembiayaan. Total dana yang diperoleh sebesar USD 540 juta atau sekitar Rp 7,398 triliun (kurs Rp 13.700 per USD).



Kepastian penandatanganan itu dilakukan pada Jumat (23/3). Dilakukan oleh SERD dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank (ADB) dan kelompok bank komersial internasional yang terdiri dari tiga perbankan. Nippon Export and Investment Insurance sebagai penjamin.



Untuk informasi, SERD adalah perusahaan patungan yang terdiri dari PT Supreme Energy, ENGIE dari Perancis, Marubeni Corp dan Tohoku Electric Power Co., Inc. dari Jepang. ’’Pinjaman itu untuk proyek di Muara Enim, Wilayah Lahat dan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan,’’ jelas Presiden dan CEO Supreme Energy, Supramu Santosa



SERD tidak mau berlama-lama dalam merealisasikan pembangunan PLTP. Oleh sebab itu, SERD juga telah menunjuk Kontraktor EPC, konsorsium PT Rekayasa Industri dan Fuji Electric. Proyek itu diharapkan akan selesai dalam dua tahun ke depan.



’’Rencananya rampung pada 2020, dengan kapasitas produksi listrik bebas karbon sebesar 98,4 MW, dan mengurangi emisi CO2 sebayak 486 ribu ton per tahun," imbuh Supramu.



Lebih lanjut dia menjelaskan, pengembangan panas bumi Rantau Dedap merupakan proyek PLTP kedua yang dibangun oleh Supreme Energy. Sebelumnya, perusahaan energi nasional itu tengah membangun proyek serupa di Muara Laboh, Solok Selatan, Sumatera Barat, yang pembiayaannya didapat pada 2017.



"Ini merupakan komitmen yang kuat dari Supreme Energy dalam pengembangan sumber daya panas bumi di Indonesia,’’ imbuhnya. Jika semua proyek itu berjalan lancar, maka pihaknya ikut meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT).



Selain itu, proyek Rantau Dedap menyediakan kesempatan kerja bagi sekitar 1.200 orang. Termasuk, peluang bagi bisnis lokal selama masa konstruksi. Listrik bebas emisi CO2 yang dihasilkan oleh pembangkit itu dapat menyediakan listrik untuk sekitar 130 ribu rumah tangga.



Pengembangan energi panas bumi di Indonesia memang belum masif. Padahal, Indonesia merupakan rumah bagi sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia. Potensinya, mencapai 28 ribu MW. Panas bumi juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore