
Tembakau yang telah diolah menjadi rokok merupakan salah satu penyebab utama penyakit kanker paru yang paling tinggi diidap kaum adam
JawaPos.com - Penanganan kanker menjadi tantangan bagi Indonesia. Kanker menempati peringkat keempat sebagai penyakit yang ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di tahun 2015.
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan, penanganank anker itu tidak mudah. Itu masalah besar bagi pemerintah, untuk semua orang. "Di Indonesia, saya pikir ketika kita melihat kanker, biayanya itu sangat mahal," ujarnya beberapa waktu lalu.
Pengendalian kanker nasional menjadi fokus dalam forum War On Cancer South East Asia 2018 tersebut, mulai dari inisiatif Komite Penanggulangan Kanker Nasional, program vaksinasi HPV di sekolah-sekolah, hingga kebijakan pengendalian penyebab kanker, salah satunya tembakau.
“Rokok ini hanya salah satu penyebab kanker, banyak hal lain juga menyebabkan kanker. Antara lain seks bebas untuk kanker serviks, atau hormon untuk kanker payudara," ujar Nila.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aru Wicaksono Sudoyo mengatakan, 60 sampai 70 persen pasien kanker datang ke dokter saat stadium sudah tinggi, yaitu stadium tiga atau empat sehingga membuat biaya perawatan dan obat menjadi mahal.
Menurut Aru, tembakau yang telah diolah menjadi rokok merupakan salah satu penyebab utama penyakit kanker paru yang paling tinggi diidap kaum adam. Lantas beberapa negara maju mulai mencarikan solusi atas permasalahan tersebut dengan mendorong para perokok menggunakan produk tembakau alternatif yang berdasarkan penelitian memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.
Pada awal Februari 2018 American Cancer Society (ACS) atau Komunitas Kanker Amerika yang telah berdiri sejak 1913 akhirnya memberikan pernyataan bahwa produk tembakau alternatif patut dipertimbangkan untuk menjadi salah satu cara mengurangi risiko kesehatan akibat rokok.
Tentunya, dengan terus memantau dan mempelajari secara ketat bukti ilmiah tentang produk ini. Dengan demikian diharapkan dapat meminimalisir potensi mengidap penyakit kanker.
Lebih lanjut, terang Aru, terkait produk tembakau alternatif, salah satunya rokok elektrik atau vape. Meskipun dianggap secara teori lebih rendah risiko, vape belum dapat menjamin 100 persen bebas kanker.
Meskipun telah banyak hasil penelitian yang menyebutkan bahwa produk tembakau alternatif seperti vape memiliki risiko lebih rendah, tetapi Aru memandang Indonesia juga perlu memiliki penelitian sendiri yang membuktikan bahwa produk tembakau alternatif dapat membantu menurunkan risiko kesehatan bagi perokok.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
